Results for Keluarga

Faktor Penyebab Sulitnya Hamil Bahkan Tidak Bisa Memiliki Anak

February 20, 2020
penyebab sulit hamil

Tidak bisa hamil dan Tidak punya anak adalah sebuah penderitaan tersendiri bagi pasangan yang sudah menikah. Bertahun-tahun menikah masih tetap hidup berdua. Lebih mengejutkan ada yang memilih bercerai, menikah kedua, ketiga, mungkin keempat kali demi dapat anak. Mudah-mudahan tidak ada yang sampai lima kali. Ketiadahamilan pasti ada penyebabnya yang mewakili beberapa penyakit dan masalah yang akan dibahas nanti. Kendati beberapa metode pengobatan ditempuh sebagai pilihan yang dianggap paling membantu sebagai pintu masuk untuk memperoleh keturunan, namun tidak jarang berujung kekecewaan. Meskipun ada yang berhasil dan ada juga yang gagal.
Pandangan bahwa anak adalah segalanya, anak adalah kebahagiaan, menjadikan kehadiran anak menjadi ujung tombak dari sebuah pernikahan yang harus dikejar. Itu sebabnya, tidak ada orang yang sudah menikah betah dalam ketiadaan anak dalam pernikahan mereka. Selain tuntutan bagi orang sekitar juga merupakan hukum sosial yang mengharuskan mereka mau tidak mau harus punya keturunan.


Bukan hanya medis yang dipandang sebagai solusi menawarkan program kehamilan, selain pergi ke pengobatan alternatif juga metode lain bahkan ke dukun sebagai ikhtiar untuk mendapat kesempatan hamil. Tujuannya, karena pernikahan tanpa dikaruniai anak sama sama dilematis dengan orang yang menjomblo seumur hidup. Pernikahan tanpa anak seperti aib bagi keluarga yang terus menghantui dan memberi rasa takut yang mengikat leher mereka sehingga menjadi siksaan yang menjerat dalam kesepian. Pernikahan tanpa anak sama halnya pernikahan yang kurang bumbu karena hari-hari mereka seringkali di sodorkan nuansa yang sepi. Hati manusia kalau sudah sepi, dapat kehilangan gairah.

Tidak jarang pernikahan kandas di tengah jalan karena belum dikasih anak. Budaya dan keluarga menjadi pemicu kesedihan yang memaksa melahirkan anak menjadi suatu keharusan. Apapun dilakukan demi mendapatkan anak sekali pun harus pergi ke dukun dan orang pintar sebab ketiadaan anak dalam keluarga menimbulkan persepsi beragam di masyarakat. Saya mencatat ada beberapa hal yang memicu penyebab sulitnya bahkan tidak bisa mempunyai keturunan. Seumur hidup mereka tidak pernah mengandung karena beberapa faktor yang terjadi baik secata permanen atupun dalam skala waktu tertentu.


1. Disebabkan oleh sakit penyakit.

Terkadang kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam pernikahan. Begitupun dengan soal kepemilikan anak. Sebelum menikah semuanya berjalan tanpa masalah karena sebelumnya kita tidak tahu apa yang kita alami. Begitu memasuki pernikahan baru kita tahu setelah melakukan medikal cek up untuk memastikan kondisi kesehatan rahim.

Setelah sekian bulan atau sekian lama setelah menikah belum juga kunjung hamil, lalu dengan inisiatif atau saran dari orang terdekat kita memeriksakan kondisi tubuh terutama bagian kewanitaan bagi perempuan dan bagian kesuburan pada pria apakah ada kendala dengan kesuburan. Dalam masalah belum dikaruniai anak perempuanlah yang paling rentan di diagnosa mengalami masalah. Kasus untuk pria hanya sebagian kecil dan persentase cenderung lebih besar dialami oleh wanita.

Wanita memiliki banyak kemungkinan mengalami gangguan kehamilan semisal penyakit kista, kanker miom, keputihan dan masalah kesuburan lainnya. Tapi, Keempat penyakit ini lebih menakutkan karena sangat rentan menyerang kesuburan wanita terutama jika sebelumnya tidak/kurang menjaga pola hidup sehat. Penjagaan pola makan yang baik tentu akan menghindari dari gangguan berbagai penyakit. Kebanyakan penyakit berasal dari pola hidup tidak sehat.

Gangguan kehamilan yang paling sering terjadi adanya kista yang membesar didalam dinding rahim, atau juga miom dan kanker atau penyakit lain yang berhubungan dengan rahim. Kista salah satu yang paling banyak menyerang kesuburan wanita. Ada beberapa memang yang tetap bisa hamil meski sulit dan ada sebagian diantara penyakit itu harus diangkat terlebih dahulu baru bisa hamil. Apapun penyakit sebaiknya tanyakan kepada dokter kandungan atau penyakit dalam untuk mendapatkan tindakan terbaik. Wanita yang mengidap beberapa penyakit tersebut harus menjalani proses pengangkatan penyakit itu dari rahim baru setelah itu bisa hamil.


2. Disebabkan oleh kemandulan.

Dari namanya saja sangat tidak enak didengar apalagi sampai terjadi pada wanita yang sudah menikah. Seumur hidup tidak akan bisa
mengandung kecuali dengan datangnya mukjizat. Tapi tenang tetap bisa kok punya anak, caranya iya dengan inseminasi dan bayi tabung. Yang penting ada biayanya, dan biayanya cukup besar lho dan harus banyak menabung. Masalah ini, duitnya yang dipikirkan. Soal berhasil atau tidak tetap banyak-banyak berdoa karena semua yang terjadi pada alam semesta ini tidak bisa lepas dari kuasa yang tidak terbatas yaitu kuasa Tuhan.


Terkadang ya, dalam kondisi ini jika segala upaya tidak berhasil rasanya uang tidak ada artinya sama sekali. Tapi tanpa uang juga tidak dapat melakukan apa-apa termasuk dalam beriktiar. Jika kesepian datang karena tidak hadirnya anak dalam keluarga, uang yang dikumpulkan rasanya tidak dapat mengobati  rasa kesepian. Itu sebabnya bagi yang sudah menjadi orang tua dan punya anak seringkali menyebut "anak adalah harta yang paling berharga." Benar saja, anaklah segalanya, baik motivasi dan kekayaan. Tanpa anak harta yang melimpah rasanya tidak ada artinya jika hatinya kosong dan sepi. Begitu pulang kerumah tidak ada sambutan hangat dari anak serasa hidup kosong. Anak adalah penyemangat hidup. Pulang kerja lihat anak datang menyambut rasa capek dan strees hilang.



3. Disebabkan oleh dosa-dosa dimasa lalu

Jarang orang berpikir atau memikirkan mengapa seseorang itu tidak hamil-hamil padahal secara medis semuanya sehat tanpa masalah. Berulangkali pergi ke dokter, diagnosanya sama: tidak ada penyakit atau tidak ada masalah dan yang bingung malah dokternya, karena memang tidak ada masalah. Lalu kenapa tidak berpikir untuk menyelidiki diri sendiri apa semua kegagalan itu bersumber dari masa lalu yang tidak diselesaikan.


Masa lalu itu jahat bila tidak dibereskan. Dan jahatnya lagi kita tidak pernah menyadari bahwa kita memiliki masalah yang belum selesai akhirnya mengikat masa depan. Memang ini sulit dideteksi, tetapi bukan tidak mungkin untuk kita sadar dan perlu menyadarkan diri dengan banyak berdoa. Coba ingat-ingat yang pernah anda lakukan atau perkataan-perkataan yang sangat menyakitkan buat orang lain dan mungkin saja orang tuamu atau pasanganmu sendiri. Siapa tahu waktu bertengkar ada kemarahan yang sampai membuat anda mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak pantas atau mengutukinya. Atau orang tua dalam kemarahan pernah mengeluarkan kata-kata kutukan yang tanpa sengaja telah membuat anda termakan dengan perkataan itu.


Saya percaya tidak ada pasangan yang menginginkan hal buruk terjadi pada keluarganya, tapi kondisi emosi yangng tidak terkontrol bisa sampai mengeluarkan kata-kata buruk. Juga tidak ada orang tua yang menginginkan hal buruk pada anaknya, tapi karena tingkah laku anaknya yang baginya tidak pantas maka keluarlah kata-kata kutuk. Siapa tahu. Tapi malah perkataan itu yang menjadi malapetaka bagi anda dan keluarga. Maka oleh karena itu perlu sesekali mengkoreksi diri kita dan mengingat apa kesalahan kita dimasa lalu. Cara ini bisa juga membantu untuk berubah dan bertobat supaya berkat itu datang.

Seringkali perkataan yang buruk menutup pintu berkat dan pada akhirnya anda sendirilah yang merasakan dampaknya. Hitung-hitung supaya hubungan lebih baik anda juga bisa meminta maaf walaupun kesalahan itu sudah beberapa tahun berlalu.


4. Disebabkan oleh kehilangan anak ketika dalam kandungan atau sesudah dilahirkan.

Saat tahu bahwa anda hamil rasa senang dan bahagia berkecamuk didalam hati anda begitupun pasangan anda. Harapan akan punya anak sudah didepan mata. Hilang semua rasa cemas yang pernah mampir. Siapa sih yang tidak bahagia mendapat anugerah?

Tak kala kebahagiaan itu sedang menyelimuti, yang tidak diharapkan bisa saja terjadi. Beberapa wanita dan keluarga menimpa hal ini. Ditengah kebahagiaan yang baru saja dirasakan datang pula masalah yang sebelumnya tidak diundang merenggut kebahagiaan tersebut. Janin yang baru jalan berapa bulan tiba-tiba mengalami masalah. Sedih, cemas takut. Muncullah stress

Kondisi ini memperburuk keadaan janin dalam rahim. Calaon orang tua sedang menunggu buah hati yang ingin lahir, lagi-lagi terjadi masalah yang bahkan terpikir pun tidak, tiba-tiba merenggut kebahagian. Memang ada kondisi rahim yang kalau mengalami keguguran atau setelah lahir anak tersebut meninggal bisa langsung hamil. Bagaimana dengan yang sudah dengan susah payah berusaha supaya dapat anak, giliran sudah hamil terjadi keguguran atau kematian? Bahkan setelah mengalami kejadian keguguran atau kematian bayi baru lahir, susah untuk hamil lagi.
Ada juga karena pengalaman kuretasi yang menurut pandangan sebagian orang akan mengikis kulit rahim sehingga menyebabkan lecet atau keringnya dinding rahim.  Atau saat bayi lahir terjadi penanganan yang kurang baik pada ibu melahirkan sehingga mengakibatkan kerusakan pada rahim.



5. Disebabkan faktor usia.

Tidak mandul, tidak sakit tapi setelah menikah tetap tidak punya anak. Hal ini bisa saja terjadi pada pasangan yang menikah dengan usia yang cukup berumur. Faktor usia berpengaruh terhadap kesuburan wanita. Sebagai wanita jika sudah punya pasangan dan sudah siap, penulis pesan: buat apa lama-lama. Orang tua selalu menyarankan untuk cepat-cepat menikah pada anak gadisnya. Ya, ada juga ketakutan dan kecemasan pada orang tua jika anaknya terlambat nikah. Takutnya kalau umur semakin bertambah nanti tidak ada pria yang melirik lagi. Lagipula kalau sudah berumur masih juga belum nikah-nikah malah nantinya semakin tua semakin tidak laku. Kalaupun laku, bagaiamana nanti dengan anaknya yang ditakutkan karena sudah ketuaan tidak bisa lagi hamil.


Wanita bisa hamil kalau masih datang bulan. Walaupun kondisi tubuhnya secara keseluruhan masih sehat namun jika sudah mati pucuk secara medis tidak mungkin masih bisa hamil dan ujungnya supaya punya anak ya harus adopsi atau bayi tabung. Tapi kan bayi adopsi tidak bisa sama dengan anak yang lahir dari rahim sendiri.



6. Disebabkan oleh pilihan salah satu atau keduanya untuk memilih tidak punya anak.

Dengan alasan tidak mau repot atau tidak siap punya anak menjadi salah satu faktor tidak punya anak. Pasangan memilih menunda punya anak demi karir. Biasanya wanita yang kerap melakukan ini, kalau pria capcuss saja. Orang semacam ini, baginya anak menjadi salah satu penghambat karir. Padahal menunda punya anak beresiko bagi pernikahan itu sendiri. Banyak orang tua yang memiliki pengalaman unik dengan kehadiran anak dalam keluarga mereka. Beberapa pengalaman yang diceritakan oleh orang yang sudah memiliki anak sering berkata: "anak punya rezekinya masing-masing." Entah orang setuju dengan pernyataan ini atau tidak bagi yang sudah mengalami, itu suatu fakta. Lagi pula anak adalah rezeki terbaik dari semua rezeki. Anda pasti setuju, bukan?


Kembali lagi kepada keputusan pasangan apakah pernyataan bahwa "anak punya rezeki masing-masing" menjadi motivasi atau tetep keukeuh kepada keputusan untuk menunda. Anak bukan masalah jika didapat dengan cara benar. Siapa tahukan hasil selingkuh? Ya tentu ujungnya jadi keribetan dan penghalang karir. Kita tidak tahu, Tuhan kasih kesempatan punya anak pada saat awal-awal pernikahan. Tapi andanya menunda waktu itu. Jadi kelewat deh berkatnya. Giliran udah merasa kesepian dan pingin punya anak, waktunya udah lewat. Lama kelamaan usia semakin tua, dan anda melewatkan kesempatan terbaik.


Jangan terlena dipengejaran karir semata namun justru melupakan kebahagiaan pernikahan anda. Pernikahan itu seperti air mengalir, mengalir saja mengikuti arus. Jika anda sudah menikah bersiap juga jika mendapat anugerah keturunan. Besok-besok anda tidak perlu memikirkan bagaiamana biar dapat anak. Sebab diluar sana banyak yang tidak punya kesempatan untuk menimang anak dan dengan alasan yang beragam.


Faktor Penyebab Sulitnya Hamil Bahkan Tidak Bisa Memiliki Anak Faktor Penyebab Sulitnya Hamil Bahkan Tidak Bisa Memiliki Anak Reviewed by Risda Nababan on February 20, 2020 Rating: 5

Perubahan Drastis Ini Terjadi Pada Wanita Setelah Menikah Dan Melahirkan Anak

November 15, 2019

Coba perhatikan pada wanita yang sudah menikah perubahan apakah yang sering anda lihat? Akan begitu banyak perubahan-perubahan yang terjadi padanya dan kebiasaannya. Berbeda saat masih gadis. Barangkali anda bisa cari tahu perubahan itu pada diri anda sendiri. Umumnya perubahan yang terjadi pada wanita yang sudah menikah sifatnya perubahan positif. Kebanyakan begitu. Walaupun memang ada perubahan yang bersifat negatif.


Barangkali perubahan yang terjadi pada wanita, anda tidak pernah menyadarinya. Barulah setelah anda membaca artikel ini barulah anda paham dan ternyata perubahan itu terjadi pada diri sendiri. Anda yang dulu, sudah menjelma menjadi wanita yang kuat bijaksana mungkin. So, itu nilai dari perubahan yang anda tambahkan pada aspek anda setelah menikah. Ini perubahan yang terjadi pada wanita yangang sudah menikah dan memiliki anak:


1. Anda akan lebih betah dirumah untuk mengurus keluarga.

Setelah menikah wanita sangat membatasi kakinya untuk sering keluar rumah. Secara dirumah banyak yang harus di beresin dan harus dipersiapkan. Keluarga menjadi prioritas utama. Itu pasti. Rumah baru yang anda tempati bersama keluarga baru sangat menunggu Anda untuk lebih bertanggung jawab mengurus semua keperluannya. Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, mengutak-atik semua celah ketimbang harus memilih keluar rumah seperti ketika masih lajang.


Anda akan meluangkan waktu didalam rumah yakni ketika sudah ada seseorang yang anda tunggu di rumah untuk memberikan yang terbaik baginya. Mengurus keluarga menjadi pekerjaan dan hal paling menyenangkan dari sekedar shopping ke mall. Hal itu juga tentu didasari faktor I dan H (irit dan hemat). Selain itu anda juga punya tugas lain yaitu mengurus gaji suami. Sebagai istri, anda dipercaya sebagai bendahara kerajaan rumah tangga.




2. Setelah memiliki anak anda akan sering begadang dan saat itulah anda merasakan manusia yang seutuhnya.

Anda tidak tahu bagaimana rasanya menjadi seorang ibu sebelum anda menjadi seorang ibu. Kata orang, wanita yang sudah menikah dan melahirkan anak akan merasakan bagaimana kuatnya menjadi seorang ibu. Barulah sadar bahwa beban ibu selama ini yang telah bersusah payah mulai dari melahirkan sampai mengantarkan anak kepada pasangannya (menikah'), ia tidak tahu perasaan ibu bahkan ketika Anak melawan ibu. Setelah menikah dan punya anak barulah sadar bagaimana perjuangan seorang ibu saat melahirkan. Belajar keibuan lebih banyak di dapat saat melahirkan dan menjadi ibu rumah tangga.




3. Membuang rasa malu demi si buah hati.

Ini yang menarik. Pada saat masih lajang Anda termasuk orang yang gengsi-gengsian, jaim-jaiman. Sangat bertolak belakang dari kehidupan para lajang. Sangat jaim dan biasa dikenal dengan sok jual mahal. Anda merasakan itu ketika masih gadis? Tetapi itu tidak berlaku begitu anda menikah. Anda berubah bermetamorfosis menjadi yang tidak tahu .malu. garang dan tak mau kalah.


Yang pertama, anda tidak malu telanjang didepan orang lain. Sekarang aja setelah menikah menjadi bukan orang asing lagi bagi anda. Selama ini kan tidak?
Saya agak jorok nih ya.
Dulu waktu teman kantor saya yang sudah berkeluarga bilang: aku tiap hari lihat punya suamiku (langsung aja pikiran larinya kemana). Jangan parno dulu. Maksudnya tidak ada lagi hal aneh dan malu-malu kucing dengan hal begituan. Dianggap sudah lumrah. Orang yang sudah menikah tidak malu mempertontonkan sekalipun hal konyol didepan pasangannya.


Yang kedua, orang yang sudah menikah, punya anak, mereka tidak malu lagi melakukan dan mempertontonkan hal yang fulgar didepan yang umum. Contohnya menyusui. Anaknya yang sedang menangis merengek minta susu, ibunya tidak mikir panjang buat ngeluarin asetnya, langsung saja dikeluarkan susu tanpa penting memperhatikan dimana ia berada saat itu. Bahkan memperlihatkan susunya diisap anaknya ditengah keramaian. Tak malu lagi sekalipun ada laki-laki diantaranya.


Semasa gadis, banyangkan untuk menggaruk payudara saja walaupun didepan teman sesama wanita, kita malu-malu dan was-was. Malu diketawain dan diolok-olok.




4. Anda akan, entah karena sudah malas atau tidak ada waktu untuk mengurus diri.

Waktu gadis anda suka berlama-lama didepan cermin. Tujuannya untuk melihat penampilan anda dari semua sisi. Penampilan sangat nomor satu karena anda tidak mau kecolongan soal penampilan. Tak tanggung-tanggung anda bisa menghabiskan waktu jam-jaman untuk merias diri mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tetapi setelah menikah? Sisiran pun jadi jarang dan malas atau alasan tidak sempat.


Mode rambut wanita yang sudah menikah yang paling banyak disukai adalah dengan menarik seluruh rambut kebelakang lalu diikat dengan karet gelang. Atau pergi kesalon suruh potong rambut sebahu dan biarkan terurai. Tidak ada lagi banyak waktu.


Setelah itu badan pun semakin mengembang ke kanan dan ke kiri tanda terjadinya persemakmuran. Sudah tidak perduli lagi bobot badan yang timbangannya tetap semakin naik. Bisa saja karena wanita menikah tidak lagi serius pada tubuhnya untuk merawatnya. Atau makanan dirumah enak-enak semua. Ibu pun menjadi lebih penyayang. Semua makanan sayang untuk dibuang dan akhirnya disantap semua. Apa yang terjadi? Bobot dengan cepatnya berubah. Perubahan ini menjadi celah bagi pria hidung belang melirik rumput tetangga. Lelaki yang kurang ajar bisa-bisa melirik kuntilanak diluar sana karena kurus dan kinclong. Seperti ungkapan mengatakan rumput tetangga lebih hijau. Tidak tahunya rumput plastik.




5. Semakin banyaknya kebutuhan dan keperluan dalam rumah tangga, wanita yang sudah menikah loyalitasnya semakin merosot dan akhirnya menjadi pelit.

Semua pemasukan dan pengeluaran pintunya ada pada istri. Suami tahunya, kasih setoran, udah,,,beres.
Jadi semua kekurangan dan kelebihan istrilah yang menanggulangi. Yah, Malu dong kalau ternyata ditengah jalan ada kekurangan yang tidak terpenuhi dan tidak tertutupi, kan yang disalahkan adalah istrinya. Dibilang lah tidak tahu mengatur keuangan. Dibilang lah tidak pintar, tidak bijaksana dan bla...bla.

Daripada itu terjadi, lebih baik loyalitasnya dikurangi. Terjadilah pengiritan dari segala penjuru untuk bisa menyisakan uang suami diakhir bulan. Lagi pula, kan malu jika didalam rumah tidak ada kursi atau perabotan penting lainnya misalnya. Kalau ada tamu yang datang, mau suruh duduk dimana? Miminho pun akan sungkan mengambil posisi saat bertamu kerumah tetangga kalau tidak ada tempat duduk. Ya, pintar-pintar istrilah irit-iritlah uang belanja biar bisa buat beli kursi.


Kan begitu? Kakak kita misalnya sudah menikah. Eh, tiba kita minta uang tidak dikasih. Bilangnya tidak ada uangnya. Kita bilang.... Dasar kakak pelit. Kakak berubah sekarang setelah kakak menikah. Nah, itu tahu. Memang kalau sudah menikah saatnya jadi pelit. Daftar antrian yang akan dibelajain udah panjang sangat.




6. Teman lama-lama semakin berkurang. Yang dekat semakin menjauh.

Iya, iya dong. Waktunya sudah tergerus banyak. Tidak seperti dulu lagi ada waktu untuk nongkrong-nongkrong dikafe.  Kita dirumah orang tua, yang beresin semuanya adalah orang tua atau mungkin juga pembantu. Sekarang, posisinya sudah berubah. Anda sudah menjadi nyonya sekarang yang baru menjabat. Sebagai nyonya yang baik harus mengurangi aktifitas diluar rumah karena anda sedang berada dalam masa transisi, kecuali anda sedang bekerja diluar. Memang itu tanggungjawab anda. Bekerja double porsi


Wanita yang sudah menikah, mikirnya sudah berbeda. Kalau sekedar nongkrong buat habisin waktu, tidak jamannya lagi. Cucian kotor masih banyak dirumah. Anak harus dikasih makan dirumah.
Lambat lain tapi pasti anda kan meninggalkan teman-teman nongkrong yang dahulu begitu dekat dan memilih teman baru yang tabiat dan aktifitasnya sama dengan anda.


Kebutuhan anda sudah berbeda. Sekarang fokus membicarakan tentang keluarga dan turunannya. Yang kamu cari jadi teman ngobrol pun yaitu teman yang memiliki topik yang sama dengan keluarga. Misalnya membicarakan tentang perkembangan anak. Membicarakan tentang SPP anak, membicarakan rutinitas anak dll. Bukan lagi membicarakan teman kencan. Sudah habis masanya. Buka topik baru yang lain yang sekarang lebih banyak berkaitan masalah keluarga.
Perubahan Drastis Ini Terjadi Pada Wanita Setelah Menikah Dan Melahirkan Anak Perubahan Drastis Ini Terjadi Pada Wanita Setelah Menikah Dan Melahirkan Anak Reviewed by Risda Nababan on November 15, 2019 Rating: 5

Cara Menumbuhkan Rasa Hormat kepada Orang Tua.

November 15, 2019
Cara menghormati orang tua

Seberapa sering Anda memberi kebahagiaan dan rasa hormat kepada orang tua? Kebahagiaan bukan melulu tentang uang lho ya. Ada banyak hal yang bisa membuat orang tua bahagia karena merasa dihormati. Misalnya melakukan hal-hal yang kecil. Jangan tunggu bisa berbuat banyak baru terpikir untuk buat mereka bahagia. Tindakan tindakan kecil yang sering kita abaikan ternyata jika kita terapkan itu bisa menjadi rupa atau bentuk  apresiasi kita untuk menumbuhkan kebahagiaan mereka.


1*. Kunjungan mereka setiap akhir pekan.

Orang tua juga tahu bahwa anda sibuk. Orang tua mana yang tidak memahami kondisi anaknya? Orang tua juga paham apa yang anda lakukan. Makanya tidak banyak orang tua yang menuntut pada anaknya. Paling kalau si anak jarang datang, orang tua pasti nanyain, kenapa jarang datang nengokin ibu atau bapak?


Jangan karena kita tahu orang tua kita besar pengertian jadi kita jarang mengunjungi, Jarang ingat. Orang tua ngerti kok. Sampai kapan? Kita harus sadar sebagai anak, memenuhi tanggungjawab sebagai anak untuk membahagiakan mereka. Orang tua sudah sangat senang anda datang dengan cucu-cucunya.
Kecuali kalau orang tua jauh, apa boleh buat ya kan. Ditambah lagi kalau kondisi ekonomi kurang baik, mungkin akan pulang pada saat hari besar saja. Tapi kalau tempatnya berdekatan, ya kalau tidak bisa tiap hari, sekali seminggu.


2*. Telepon mereka dan sapa orang tua dengan kalimat yang menyejukkan.

Cuma tanya kabar orang tua saja itu sudah membuat hati mereka merasa dihargai. Kalau banyak waktu luang, sesekali ajak bercerita. Orang tua mencari anaknya kadang hanya untuk mendengarkan cerita anda dan cucunya. Itu sudah membuat mereka tidur nyenyak. Jangan pula telepon orang tuamu hanya untuk mendengarkan cerita anda walaupun orang tua senang - senang saja dengan cerita anda. Sesekali, dengarkan juga dia. Berikan waktu untuk orang tua menyampaikan uneg-unegnya barangkali orang tua sedang memendam sesuatu yang membuat hatinya sedih. Dan setelah diceritakan, hatinya lega dan plong. Jadilah pendengar yang baik bagi orang tuamu.


Jangan telepon orang tua anda jika hanya untuk mengungkapkan kejengkelan dan kekesalan anda. Berapa banyak orang tua menangis hanya karena ocehan anak yang menjengkelkan malah tanpa rasa bersalah marah-marah dan bentak-bentak orang tuanya. Orang tua bukan tong sampah tempat membuang segala amarah dan kekesalan anda. Jika tujuan anda menelpon orang tua hanya untuk menyakiti, buat mereka menangis lebih baik tidak usah. Ajak dulu berdamai dengan diri anda sendiri. Barulah telpon dan sampaikan permintaan maaf anda.


3*. Belikan sesuatu untuk orang tua anda berupa parsel atau barang tertentu sebagai bentuk kepedulian.

Masak anda lebih care kepada rekan bisnis, teman, sahabat anda yang ketemu selagi anda berada dipuncak keberhasilan dan hanya karena ada kepentingan bisnis ketimbang orang tua yang merawat dan membesarkan anda sehingga menjadi manusia? Ayo... lebih berarti mana, orangyang membuatmu menjadi manusia atau sekedar membantumu untuk berhasil. Harga pemberian anda memang tidak seberapa, tetapi itu sudah membuat umurnya bertambah panjang dan bahagia.


4*. Kirimkan sesuatu buat orang tua anda.

Kita tidak bisa membalas kebaikan orang tua kita. Air susu yang anda minum pun tidak bisa anda kembalikan dengan nilai uang. Kalau kita memberikan bukan sebagai balas jasa. Tidak akan terbalas. Dan orang tua pun tidak pernah menginginkan uang kita kecuali mereka butuh dan tidak bisa lagi menafkahi mereka sendiri. Disini kita sebagai anak seharusnya sedih melihat orang tua yang telah membesar kita tanpa lelah. Begitu sudah tua, saat mereka tidak berdaya lagi siapa yang akan memperhatikan mereka kalau bukan anaknya.



Kebahagiaan mereka kita abaikan ketika semua berjalan baik. Coba, ketika masalah datang yang pertama anda cari adalah orang tua. Betapa sedihnya hati orang tua, anaknya datang kepadanya saat anaknya bermasalah. Disaat senang, lupa.
Orang tua memang tidak selalu ngomong perasaanya kepada anaknya. Pasti takut menyakiti anaknya.


Kan aneh, orang tua yang lebih menjaga perasaan anaknya ketimbang anak yang menjaga perasaan orang tuanya. Coba bayangkan, dimana upah orang tua yang dengan susah payah dan bahkan hampir mati demi anaknya. Di lain pihak, anak tidak pernah menjaga perasaan orang tuanya. Anak buru-buru mencari orang tua saat mereka butuh saja. Berapa banyak yang seperti itu? Banyak sekali.


Sudah sangat beruntung anda sebagai anak. Tanpa susah payah anda bisa sekolah setinggi-tingginya. Anda hanya dibiarkan untuk melanjutkan hidup dengan bekal yang sangat mapan. Bahkan ada, sampai kerja pun masih atas campur tangan orang tua. Bayangin anda tidak ngapa-ngapain semua di urus sama orang tua. Begitu orang tua sudah tidak berdaya adakah anak rela menampung orang tua dirumahnya?
Ngeri sekali ya orang tua?
Panti jompo banyak dihuni para orang tua yang dulunya mapan dan sudah memberangkatkan anak-anaknya sukses mencapai mimpinya. Setelah tua mereka terbuang oleh anak yang egois.


Sampai kapanpun pengalaman orang tua yang kurang diperhatikan anak-anak tetap ada. Bahkan banyak. Makanya sebagai anak seharusnya berpikir bagaimana harus bertanggung jawab kepada orang tua kelak sudah tidak sehat dan kuat seperti dulu. Untuk membantu para orang tua yang yang malang itu, Saya menggali apa saja cara menumbuhkan rasa hormat pada orang tua.


1. Tanamkan dibenak anda, tanpa orang tua anda tidak pernah ada di dunia ini.

Ini dulu yang harus anda bangun dihati dan pikiran anda. Orang tua anda telah dipilih sebagai tempat anda berasal. Tidak perlu berandai-andai tentang siapa yang akan melahirkan dan membesarkan anda. Tuhan tidak pernah salah pilih. Intinya anda keluar dari rahim ibumu dari benih bapakmu. Itulah asalmu. Terlepas dengan siapa anda hidup setelah dilahirkan, itu adalah rahasia Tuhan yang tidak dapat diganggu gugat. Kelak suatu waktu jika jalan hidupmu berlawanan dengan keadaan tetap bahwa orang tua tetaplah orang tua. Apalagi yang dari orok sampai tua anda tetap berada ditangan orang tuamu.



2. Taati hukum yang mengajarkan tentang menghormati orang tua.

Tahukah anda? Orang lebih suka membicarakan hukum dari pada melaksanakan hukum itu sendiri. Saya tidak tahu siapa anda sebagai pembaca disini. Tetapi hukum selalu bicara universal. Siapapun yang memiliki hukum baik yang tersirat maupun yang tersurat harus tunduk kepada hukum itu. Ada baiknya manusia punya hukum didalam hatinya sebagai alarm untuk mengingatkan bahwa anda tunduk kepada hukum tersebut. Dan salah satu hukum tersebut bahwa manusia harus saling mencintai terutama yang berhubungan keluarga, termasuk, bahwa bagaimanapun orang tua harus dihormati dan dikasihi.


Orang lain pun yang tidak ada hubungan sama sekali dengan kita Wajib kita kasihi. Padahal mereka tidak pernah memberi dan berbuat apa-apa malah bikin susah. Tetapi tetap kita kasihi. Nah, orang tua kita yang sudah berperan bagi keberadaan kita dari yang tidak ada menjadi ada. Bukankah kita akan lebih lagi memberikan penghormatan kepada mereka yang dengan cinta membuat kita jadi ada?




3. Lihat orang tua sebagai orang yang pertama dan seumur hidupnya mencintai dan mengasihi kita.

Mungkin ada yang tidak merasakan kasih sayang orang tua dari kecil sampai dewasa.
Oke,,,,, untuk anda yang mengalami pengalaman naas itu, anda bisa kembali ke poin nomor 1 dan 2.


Ada tuh lagunya: Kasih ibu kepada Beta tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak akan kembali. Bagaikan Surya menyinari dunia.

Bayangkan seumur hidup orang tua tidak penah henti dan tidak pernah lelah menyayangi anaknya. Bagaimana anda bisa tidak menyayangi orang yang telah menyayangi anda dengan seluruh cintanya? Tidak ada yang tersisa. Semua diberikan pada anda. Barangkali para anak yang sudah menjadi orang tua, tahu bagaimana anda menyayangi anak-anak  anda. Tentu tidak dengan separuh jiwa kan?



4. Camkan, bahwa anda pun kelak akan menjadi orang tua dan menjadi Tua.

Apa ada manusia yang tetap muda dan tidak akan mengalami masa tua? Kalau anda dikasih Tuhan umur panjang, suatu saat penuaan itu pasti terjadi. Anda tidak bisa menolak takdir menjadi tua. Itu kodrat manusia dan alam. Kecuali umur anda dikasih pendek. Apa boleh buat, saya yakin anda tidak akan pernah menjadi orang tua apalagi tua.


Hampir semua manusia menginginkan umurnya panjang. Berarti pasti tua dong. Iya, pasti tua. Kan di dunia ini hukumnya tahu kan? Tidak ada yang abadi. Dan tahu hukum tabur tuai kan? Apa yang di tabur itu yang di tuai.
Kalau demikian anda harus menabur yang baik bagi orang tua supaya kelak anda pun tua, anda menuai apa yang anda sudah tabur. Saya pikir hidup ini karena memiliki siklus ibarat sebuah mata rantai. Tidak putus. Hukum tabur tuai pun demikian. Makanya harus rajin-rajin perhatiin orang tua. Penuhi segala kebutuhan mereka. Senangkan mereka. Karena kalau anda punya anak, anda berharap apa yang anda dapatkan dari anak, ya perlakukan yang baik-baik. Apa bedanya dengan anda kepada orang tua anda? Itulah mutar-mutar.



5. Jati diri anda berasal dari orang tua. Identitas anda berasal dari orang tua.

Anda tahu silsilah? Silsilah adalah daftar garis keturunan kita. Nama besar kita berasal dari nama besar orang tua kita. Tidak heran, nama besar orang tua sering dipakai untuk mempermudah dan mengangkat derajat. Sebenarnya apa yang kita banggakan? Kita pasti bangga memiliki garis keturunan yang jelas, besar apalagi terhormat. Kita membawa gen/ DNA orang tua didalam tubuh ini. Yang turut menjadi pertimbangan dalam banyak hal entah jadi apa dan menjadi siapa.


Misalkan untuk saya pribadi, Nama besar bapak saya yang menempel dibelakang nama saya turut mempengaruhi kehidupan saya lho. Percaya diri semakin bertambah dengan kita membawa nama besar keluarga. Jangan dikira, kalau anda berada pada posisi yang tinggi karena anda berhasil berdiri sendiri. Ada genetik orang tuamu yang turut membesarkan nama anda. Ada jati diri dan identitas orang tua anda yang ikut serta membesarkan nama anda. So, apakah anda masih tidak menghormati orang tua anda? Ketika anda berhasil?



Kalau anda tidak bisa melakukan itu pada orang tua anda, anda benar-benar keterlaluan. Jangan-jangan ada otak anda yang mingsil atau membelot. Sepertinya perlu dibawa ke bengkel ketok magic untuk perbaikan. Mungkin setelah diketok bisa bergeser dan kembali menjadi baik dan normal.





Cara Menumbuhkan Rasa Hormat kepada Orang Tua. Cara Menumbuhkan Rasa Hormat kepada Orang Tua. Reviewed by Risda Nababan on November 15, 2019 Rating: 5

8 Rahasia yang harus diajarkan pada anak kecil selain belajar membaca dan menulis

September 20, 2018

Mengajari anak berperilaku


8 Rahasia yang harus diajarkan pada anak kecil selain belajar membaca dan menulis - Pendidikan anak adalah tahapan yang penting dalam mengajarkan anak-anak sejak dini. Pendidikan ini dilakukan sejak anak dari usia 0-10 tahun. Tahapan ini disebut dalam usia balita dimana pada usia ini orang menyebutnya masa emas yang artinya masa-masa ini adalah masa krusial dimana peran orang tua sebagai guru yang baik bagi anak sangat dibutuhkan. 


Di usia inilah perjalanan anak dimulai dan otaknya yang belum terisi apa-apa seharusnya mulai dimasukkan berbagai input bernilai positif. Anak belum tahu apa-apa, oleh karena itu anak diusia ini banyak menanyakan banyak hal yang kadang membuat sebagian orang tua jengkel dengan pertanyaan yang dilontarkan anak sebagai balasan keingin-tahuannnya kepada sesuatu. Sayanagn, tak jarang orang tua yang membentak anak sebagai balasan dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan dalam waktu yang bersamaan.


Memang mereka tidak tahu apa-apa. Dan dalam ketidaktahuan itu anak berusaha ingin tahu, itu sebabnya harusnya orang tua memasukkan pengajaran yang baik seperti kata-kata yang baik, norma-norma yang baik disamping anak diajarkan huruf-huruf dan menulis, karena inilah tahapan emas bagi anak. Anak-anak sangat mudah menangkap sesuatu dari apa yang mereka lihat atau dengar, sayangnya belum bisa mencerna setiap input yang masuk kedalam otaknya. Semua ditelan tanpa mengunyah layaknya suapan bubur dari seorang ibu. Berbeda dengan anak yang sudah duduk di bangku SMP atau SMA, sedikit banyak sudah mulai bisa mencerna atau menyaring input dalam pikirannya.


Dibawah ini, 8 rahasia  yang harus diajarkan pada anak kecil selain belajar membaca dan menulis. Mungkin bagi sebagian orang pengajaran ini sangat sederhana, namun sangat besar pengaruhnya setelah ia menjadi remaja bahkan dewasa. Oleh karena itu para orang tua jangan sampai melewatkan waktu berharga ini untuk mengajarkannya kepada anak:


1. Ajarkan anak sejak dini untuk selalu berterimakasih untuk hal apapun.

anak yang Berterimaksih


Anak-anak tidak tahu apa yang akan diucapkan saat menerima sesuatu dari orang lain. Anak akan hanya menerima saja apa yang diberikan orang lain kepadanya, tanpa bicara apa-apa, karena kelasnya memang masih dilevel itu. Orang tua sebagai pendamping anak, akan mewakili anak mengucapkan terimakasih  ketika anak bahkan belum bisa berbicara. Kebiasaan ini akan ditiru anak ketika suatu waktu ia sudah bisa mengucapkan kata perkata. Orang tua biasa mengucapkan terima kasih saat datang pujian kepada anak atau saat menerima kado atau sesuatu dari orang lain. 

Orang tua harus giat memcontohkan kata-kata terimakasih dalam pemberian apapun, bahkan yang kelihatan terkecil atau bahkan yang tidak kamu inginkan sekalipun. Awali mengucapkan terimakasih. Jangan selalu berpikir untukmu tetapi itu untuk anakmu, bahwa tujuan sebenarnya itu untuk mengajarkan anak kebiasan baik. 

Kalau ucapan terima kasih tidak diajarkan pada anak dari hal yang paling kecil sejak dini, maka nanti setelah besar maka ia akan menjadi anak yang menggerutu dan tidak bisa menghargai pemberian orang lain.


2. Ajarkan anak bicara kejujuran.

Anak yang jujur


(Terkadang) disatu sisi orang tua akan marah pada anak saat anak tidak bicara jujur, tetapi disisi lain orang tua juga sering tidak jujur pada anak. 
Contoh: Suatu waktu ketika anak sedang memainkan barang-barang orang tuanya, dan barang-barang tersebut berpindah tempat, yang entah anak taruh dimana?. Ketika orang tua bertanya siapa yang telah memainkan barang tadi?, Anak yang merasa ketakutan berusaha menghindar lalu berbohong.  Anak Tahu ia salah, tetapi ia berusaha menghindar dari kemarahan ibunya.


Secara tidak langsung ibunya mengajarkan untuk tidak berbohong. Sebenarnya dalam konteks ini anak berusaha jujur, berhubung takut kena marah, anakpun memilih berbohong. Kemudian  disisi lain ada orang tua entah tanpa sadar atau tidak, karena orang tua tidak ingin anaknya main jauh-jauh, lalu berkata: Awas jangan kesitu, disitu banyak hantunya. Memang, saat itu anak tidak tahu apakah orang tua sedang membohongi dia  atau tidak karena masih polos. Ia ikut saja apa yang dikatakan ibunya. Setelah mulai besar baru tahu, bahwa ia sudah dibohongi. 


Dalam hal ini tanpa disadari, sebenarnya orang tua sedang menaburkan bibit kebohongan pada anak. Suatu saat orang tua menyalahkan anak jika suatu waktu anak membohongi dia lalu berkata: Siapa yang mengajari kamu berbohong?
Emang setan yang datang mengajari dia berbohong?
Iya, tidak dong!
Kamulah orang tua yang tanpa sadar membohonginya dan menarik masuk kepada diri anak.
Kita para orang tua yang berperan untuk mengajarkan anak-anak untuk selalu jujur dan dimulai dari perkataan kita yang jujur. Bila bunda tidak mengijinkan dia bermain ketempat yang jauh-jauh, berikan alasan yang benar kenapa tidak boleh main jauh-jauh.
Cukup

Ajarkan anak untuk bisa berkata jujur baik dalam hal menilai sebuah objek atau dalam situasi. Ajarkan anak untuk berkata "tidak" terhadap yang salah atau "ya" jika benar karena ini akan membangun karakter anak yang berprinsip dalam membuat keputusan.



3. Ajarkan Anak kepedulian.

Anak yang peduli

Anak jaman sekarang adalah anak yang sangat sibuk, layaknya orang dewasa yang memiliki banyak rutinitas. Padahal anak-anak ini masih lucu-lucunya bermain, belajar mengeja dan menulis. Medianya pun kadang masih disembarang tempat dan kadang sesukanya coret-coret didinding yang kebetulan ketemu dengan lipstik bundanya. Belum tahu tanggungjwab menjaga kebersihan dan bekerja. Anak yang sudah punya kelas, mereka dituntut hanya untuk belajar mempersiapkan masa depan saja. Disamping itu, orang tua harus ajarkan anak-anak untuk bersosialiasi, walau dengan usia mereka yang masih kecil tetapi itu dapat membangun kepedulian dan juga membantu meningkatkan motorik anak.


Anak yang belum bisa berjalan perlu dibawa keluar berbaur dengan masyarakat lain, karena ketika sesama anak bermain bersama, disitu anak belajar untuk saling memberi dan menerima meskipun hanya berupa mainan saja. Tidak baik bagi anak bila dibiarkan terus-menerus bermain sendirian. Perlu orang lain untuk membangun dan meningkatkan kualitas hubungan dengan anak-anak lain seusianya. Dan itu jika anak tidak hanya sendirian dirumah sibuk dengan mainannya. Bagaimana anak akan melihat dan memahami kebutuhan orang lain jika ia tidak terbiasa dengan teman nyata? Anak perlu berbaur dengan seusianya bahkan diatas usianya. Ajarkan anak untuk saling membutuhkan, tanpa pengajaran ini ia akan menjadi anak yang egois yang hanya sibuk dengan diri sendiri.


4. Ajarkan anak menghormati orang lain.

Anak yang menghormati orang lain

Menghormati orang lain, dimulai dari menghormati orang terdekat dengan memperkenalkan anggota keluarga, mulai dari anak, bapak, ibu, abang, kakak, adek, nenek, kakek dan lain sebagainya.
Terkadang timbul greget dengan anak yang kalau memanggil seseorang, kau, kau, kau...
Ya, ampun anak kecil kok tidak ada adatnya.
Kan begitu kalau dimasyarakat berkomentar. Pasti dibilang tidak beradat, ibumu tidak mengajari sopan santun ya?
Kalau saya bertanya: Siapa yang mengajari, bundamu ya?
Jadi, sasaran empuknya, pasti bundanya.


Anak harus diberitahu panggilan untuk setiap orang dan dimulai dengan yang sering menjalin interaksi dengannya, mulai dari yang tertua sampai yang termuda. Bila anak mencoba memanggil dengan nama apalagi yang lebih tua darinya, orang tua harus buru-buru mengkoreksi dan memberitahu yang benar dan semestinya, sehingga setelah remaja dan dewasa anak terbiasa dengan berperilaku sopan bertata krama terhadap setiap orang. 


5. Ajarkan anak tanggung jawab


Anak yang bertanggungjawab


Hal-hal besar dimulai dari hal-hal kecil, itu metologi yang terbiasa terdengar ditelinga, dan ini berlaku dengan tanggung jawab. Seringkali orang tua terlalu memanjakan anak saking sayangnya terhadap anak.
Apa-apa selalu dituruti, dibela.
Dimarah tetangga, dibela... meski sudah melempari rumah tetangga...
Dimarahin guru, bundanya datangin kepala sekolah, berkoar-koar sampai sekecamatan tahu... Meski sudah melawan guru atau tidak mengerjakan tugas sekolah
Diminta ini, itu dikasih... meski tahu membahayakan anak.


Orang tua tidak berani berlaku tegas kepada anak, padahal ada baiknya kalau anak salah dimarahi. Tujuannya supaya anak tahu tanggungjawabnya, sebagai anak didik, sebagai anggota masyarakat, dan sebagai anak. Jika anak salah bukan berarti tidak boleh dimarah. Silahkan dimarahi, karena setiap tindakan akan ada konsekwensi, baik konsekwensi baik maupun buruk, dengan begitu anak tahu kesalahannya dan mengajarkannya bagaimana menjadi anak yang bertanggung jawab dan disiplin. Bila ada orang tua tidak terima jika anaknya dimarahi meski dalam batas yang wajar  itu sama saja orang tua sedang membangun generasi yang tidak bertanggungjawab.


Boleh dibela kalau tidak bersalah, atau hukuman melebihi dari kesalahan. Boleh dikasih, dituruti apa yang diminta anak bila masih batas untuk kebaikannya, tetapi jika untuk membantu menjerumuskan anak, lebih baik tunda dulu sampai ia sudah saatnya untuk menerima dan memiliki semua yang dia perlukan.

Waktu kecil, masih SD dulu, saya pernah dimarahi guru, alasannya: karena datang terlambat, tidak mengerjakan tugas atau karena berantam sama teman sekelas.
Saya tidak lantas mengadu kepada orang tua, karena pasti saya akan kena marah lagi, karena saya yang buat kesalahan. Sebaliknya saya akan kasih tahu kepada orang tua saya ketika guru menghukum saya keras. Orang tua tentu melindungi anaknya dari kekejaman penghapus papan tulis yang mendarat diatas kepala atau diujung kuku. Karena untuk mendidik tanggungjawab tidak harus menghancurkan psikis anak dan menciderai tubuh anak. Mendidik harus dengan kasih  kepada perubahan bukan dengan kebencian.


"Rotan baik untuk mendidik anak, supaya ia menjadi manusia yang baik. Lebih baik anak anda sakit sebentar hari ini dari pada ia menjadi anak yang tidak bertanggungjawab dan tidak berguna"


6. Ajarkan anak takut akan TUHAN

Anak yang cinta Tuhan

Warisan orang tua kepada keturanannya yang terbaik bukan uang, jabatan, atau harta duniawinya. Warisan dan harta terbaik yang harus orang tua tinggalkan buat anak adalah roh takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan akan menuntun anak kepada jalan yang benar. Tahukan bagaimana dituntun oleh Tuhan?


Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat. Hikmat menyeimbangkan hidup anak setelah dewasa. Apabila fokus yang dikejar uang sebanyak mungkin tetapi mengabaikan harta yang sesungguhnya, orang tua seperti ini adalah orang tua yang malang. Uang bukan selamanya teman yang cukup baik untuk mendampingi perjalanan hidup anak. Suatu saat anak bisa bermasalah dengan uang, dan uang tidak dapat membantunya menyelesaikan masalahnya. Percayalah bahwa orang tua semacam ini sedang mengajarkan anak ketamakan. 


Takut akan Tuhan sama dengan filter penyaring kotoran yang masuk kedalam pikiran anak. Ketika ingat Tuhan, ia ingat akan dosa dan hukumannya. Sehingga akan menghentikan langkahnya untuk terjun kejurang kejahatan. Takut Tuhan juga yang membuat anak eneg dengan perilaku para koruptor dan membenci kejahatan. Barangkali ada orang tua yang tidak tahu apa akar dibalik maraknya pencuri dinegeri ini. Artikel ini beritahu, bahwa penyebabnya salah satunya selain kemiskinan adalah karena orang tua lalai mengajari anak beribadah yang benar karena selalu sibuk mengumpulkan harta duniawi dan melupakan ajaran sehat yang dimulai dari ajaran Roh takut akan Tuhan. Berapa banyak orang yang secara keuangan tergolong mapan tetapi selalu merasa miskin (bermental miskin). Yang terjadi, muncullah penjahat berjamaah yang mata rantainya saling mengikat untuk mengeruk harta orang lain.

Saya tidak anti dengan kekayaan, tetapi jika kekayaan tujuan para orang tua dalam membesarkan anak, mereka sedang membangun sebuah pemikiran bahwa uanglah solusi atas semua masalah.

Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat. Hikmat membuat orang menjadi pintar dan cerdas yang memudahkan orang yang takut kepadanya menyelesaikan masalahnya. Hikmat mengajarkan hidup benar, bersih, peduli, bertanggung jawab dan yang sebetulnya hikmat dapat mencover apapun yang diperlukan manusia.


7.Ajarkan Anak mencintai sesama.


Anak yang cinta sesama


Sesama adalah orang yang naturenya sama dengan kita. apa sih nature manusia? Manusia naturenya saling membutuhkan - mengasihi dan dikasihi. Sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang sama saling membutuhkan yang berperan dalam mendukung dan melengkapi satu sama lain. Manusia itu berdosa dan tidak sempurna dalam banyak hal, manusia itu berbeda dalam prinsip. Berita baiknya justru oleh perbedaan itu manusia saling melengkapi bukan saling membenci apalagi untuk memunahkan. Terlalu disayangkan apabila anak dalam kelucuannya dijejali oleh doktrin yang bertentangan dengan akal sehat yang justru menciderai kerukunan.

Terlalu banyak ajaran entah dari mana didapatkan polanya yang bertentangan dengan kemanusiaan yang sudah diterapkan dilingkungan pendidikan, dan entah ijin siapa, apakah atas ijin Tuhan? Saya tidak yakin itu ijin Tuhan. Ajaran cinta kasih sesama dihilangkan, demi membesarkan ajaran kebencian disebar luaskan. Orang tua tidak bisa tutup mata akan hal in. Periksa input yang masuk keotak anak dan pendidikan anak sehingga tidak sampai terkontaminasi dengan pengajaran yang demikian. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membendung perilaku buruk dan dengan adanya ajaran untuk saling mencintai sesama yang bersumber dari orang tua maka anak tumbuh besarnya akan melihat sesama adalah teman yang menguntungkan.


Ajarkan anak untuk bisa mencintai sesamanya "banyak teman, banyak rezeki" meskipun dalam perbedaan. Hanya dalam perbedaanlah maka dapat terlihat keindahan dan warna-warni kehidupan. Tak ada bedanya dengan makanan yang anak konsumsi sehari-hari, semakin banyak jenisnya semakin komplit pula gizinya dan semakin sehat tumbuhnya


8. Perkenalkan anak dengan bangsanya

Anak yang cinta bangsa

Anak harus tahu dari sejak kecil siapa dia dan jati dirinya. Apa yang sudah diberikan bangsa kepadanya. Memang anak-anak belum memahami apa itu sebuah bangsa beserta cakupannya. Tetapi orang tua bisa menjelaskan dan memperkenalkan bangsanya melalui simbol-simbol bangsa atau pernak-pernik negara, misalnya: bendera negara, lagu kebangsaan, lambang negara atau cerita-cerita rakyat atau juga bahasanya. Semakin anak dekat dengan simbol-simbol bangsanya tersebut maka anak semakin cinta negaranya.


Tidah heran, orang tua yang berjiwa nasionalis, selalu memperkenalkan budaya leluhurnya kepada anak-anaknya. Sederhananya, bisa dilihat dari cara berpakaian, bahasa sehari-sehari yang digunakan atau memperkenalkan silsilah nenek moyangnya. Kan aneh, ibunya asli orang Jawa - Indonesia tapi diajarkan budaya Timur Tengah.
Maksudnya apa?
Bukankah itu melecehkan bangsa sendiri?. Bayangkan bagaimana caranya anak bisa mencintai bangsanya, sedangkan sehari-hari dilingkungan keluarga yang ditonjolkan budaya bangsa asing.


Perlindungan minta dari bangsanya sendiri, tetapi yang dijunjung dikehidupan sehari-hari adalah bangsa asing.
Sambil ngomel-ngomel dirumah, lalu anaknya bertanya; ada apa bunda?
Ini loh nak pemerintah kita tidak becus mengurus negara. siapa itu negara?
Presiden nak... ooo sambil berlalu bawa mainannya.

8 Rahasia yang harus diajarkan pada anak kecil selain belajar membaca dan menulis 8 Rahasia  yang harus diajarkan pada anak kecil selain belajar membaca dan menulis Reviewed by Risda Nababan on September 20, 2018 Rating: 5

Mau Tahu Permainan Anak Jaman Dulu yang Paling Membahagiakan?

June 30, 2018
Permainan Anak-anak jaman dulu


Tiba-tiba teringat jaman dulu pas masih kecil ketika masih dikampung. Sangat indah, bahagia dan menyenangkan. Sekarang masa indah  itu sudah menjadi kenangan setelah beranjak dewasa dan meninggalkan desa itu untuk merantau. Kenangan itu hadir kembali seolah  bernostalgia didalam benak. Kenangan itu datang ketika sudah berlalu dan digantikan dengan baru. Sama seperti; kerinduan kepada seseorang itu datang ketika yang kita rindukan itu tidak ada lagi bersama kita. Permainan itu kita rindukan karena sudah hampir punah digantikan oleh gadget. Untuk mengingat kembali permainan  anak-anak jaman dulu yang paling menyenangkan, saya akan bongkar disini.



Masa-masa indah sewaktu anak-anak itu masih melekat dimemory anda tentunya, karena penuh kebahagiaan, senang, jatuh-bangun, bangkit dan berlari lagi. Jatuh lagi...dan melompat lagi. menangis...dan tertawa lagi. Bertengkar... dan berdamai lagi. Tidak ada yang melarang tetapi tidak juga merugikan orang lain.

Setelah sekian lama bayangan itu hilang dari benakku, tiba-tiba saja ada yang mengusiknya kembali. Bukan ingin kembali ke masa kanak-kanak, bukan!... jangan salah sangka. Ini terjadi saat kami duduk bersama dengan teman-teman didepan rumah. Saat itu saya berceloteh tentang kejadian masa kecil dikampung. Mungkin kalian yang lahir tahun 80-an kebawah, ingat kejadian-kejadian yang membuat kita merasa ketakutan. Tetapi begitu di kenang kembali, menjadi bahan candaan dan tertawaan karena rasanya menggelitik.


Pada waktu kita masih kanak-kanak, pasti pernah dengar berita tentang tukang culik manusia, atau tukang potong kepala manusia, bukan? Berita ini penyebab ketakutan anak-anak kala itu. Saya mengira bahwa cerita ini hanya ada ditempat kelahiran saya. Rupanya setelah aku ceritakan tentang penculikan itu, baru aku tahu, ternyata mereka yang jauh di provinsi sana, juga mengalami ketakukan yang sama. Oalah...ternyata berita itu merebak kemana-mana. Kami pun saling sahut-sahutan bersemangat menceritakan pengalaman kami masing-masing. Ternyata dijaman yang sama, pengalaman pun dibilang hampir sama dan sama-sama menyenangkan.


Berbeda dengan jaman sekarang. Mulai yang lahir tahun 90-an, pengalaman itu mulai tersingkir. Sedangkan yang lahirnya tahun 2000 keatas, pengalaman itu sudah tergerus oleh arus gadget dan teknologi. Jadi, kemungkinan besar,  anak jaman now  tidak tahu bahkan tidak pernah mendengar cerita ini. Mereka tidak lagi bermain disawah, dikebun dan dihutan-hutan seperti saya dulu. Jaman sudah berubah dan mengubah pula gaya hidup mereka. Jadi harap maklum.

Anak-anak sebelum jaman Gadget dan teknologi, tanah dan lumpur menjadi sahabat bermain.  Air hujan menjadi kegirangan mereka, dan pematang sawah menjadi kegembiraan mereka. Tidak ada rasa jijik, dan tidak takut dengan yang namanya tidak "higienis". Hidup mereka tidak kaku, melainkan penuh keceriaan.


Hampir setiap orang yang lahir didesa merasakan pengalaman indah ini. Mungkin ini menjadi pengulang memory anda saat kanak-kanak dulu. Dan anda pun tertawa senang saat membayangkan diri anda dijaman itu, dan ini terjadi:


1. Bermain sambil menggembalakan kerbau dipadang dan di sawah


Gembala Kerbau sambil bermain

Sebelum berangkat kesekolah, masih pagi-pagi buta, orang tua sudah pesan terlebih dahulu kepada anak: nanti siang setelah pulang dari sekolah, jangan lupa kerbau ada disana (dipadang atau disawah).  Sampai dirumah, lepas sepatu, ganti baju, ambil makan didapur - makan. Tanpa manja minta lauk-pauk yang enak. Anak-anak terlatih bak prajurit perang yang siap melanjutkan perangnya di medan penggembalaan.

Anak-anak didesa sudah terbiasa dengan kondisi ini, apalagi yang harus digerutu? Mereka senang-senang saja menikmati hidup mereka bersama dengan kerbau. Bau??...„Ah...itu sudah soal biasa nempel dihidung mereka, bahkan barangkali aroma itu tidak tercium bau lagi karena udah terbiasa.


Mereka menggembala tidak juga diupah dengan jajanan atau disediakan gadget supaya lupa waktu. Cukup makan kenyang dari rumah, selebihnya cari makanan dihutan. Hutan Indonesia kan kaya raya loh, lalu untuk apa cari jajanan?  Jadi orang desa itu sangat mengerti dan menikmati apa itu kekayaan Indonesia ini. Kalian yang lahir dikota, apakah kalian menikmati? Saya yakin tidak. Kok bisa? Iya....fakta karena kalian tidak menikmati kekayaan Indonesia sehingga kalian tidak pernah menghargai Indonesia.  Simpel kan?


2. Berkejar-kejaran di batang kopi sambil memetik kopi.


Kebun Kopi

Ini pengalaman kanak-kanak saya yang paling seru dan menyenangkan. Ini bukan sejenis permainan tapi ini "kreativitas".

Saya punya nenek, saya baru menyadari saat saya menulis artikel ini, bahwa nenekku ini orangnya sangat visioner (hehehe).

Nenekku ini punya sebidang tanaman kopi tidak terlalu luas. Bapakku anak tengah kebenaran pula dapat warisan tanaman kopi ini. Rimbun sekali dan ranting-rantingnya merambat sambil sambut menyambut dengan ranting yang lain keseluruh penjuru mata angin (tidak seperti gambar ya teman jauh daripada gambar itu soal keindahannya). Pokoknya kalau dilihat dari atas, misalnya panjat jeruk, tidak ada kelihatan celah/tanah. Diantara tanaman kopi tersebut ada juga pohon jeruk.

Beliau tahu bahwa kopi ini menjadi salah satu sumber keceriaan kami. Lagi pula setelah nenekku meninggal, Kopi ini menjadi tempat favorit saya, kenapa? Pasti ada alasannya.

Selain tempat bermain untuk mengekspresikan diri saya, Kopi ini juga memberikan saya penghasilan. Jadi, sewaktu kanak-kanak saya bisa dapat uang dari hasil jual kopi ini. Saya tinggal petik, lalu saya jual ke pengepul. Nenekku menyediakan keceriaan yang plus-plus. Bermain, kreatif (bayangin, bermain aja pake kreatif) dan juga dapat uang. Orang tua kami tidak menghiraukan hasil dari kopi ini untuk biaya hidup kami. Orang tua kami punya usaha lain untuk kebutuhan kami. Jadi kami pun bebas memperjual belikan hasil kopi ini. Tapi itu setelah nenekku meninggal. Semasa hidupnya kami dimarah bermain disitu. Oh...nenekku sayang...!!


3. Mencari kayu bakar sambil berburu dan mengumpulkan buah Harimonting (sejenis blueberry)


kayu bakar versus bluberry - harimonting

Coba tanya, anak-anak dikota, apa mereka kenal dengan harimonting? Jangankan Harimonting, batang bunga kol saja tidak tahu, dipikir itu berasal dari pohon (mungkin sejenis pohon Pinus). Lucunya anak kota bilang; ngapain bangun infrastruktur emangnya masyarkat Indonesia makan aspal? Itulah goblok orang kota. Jadi apa yang saya bilang: orang desalah yang tahu sesungguhnya Indonesia itu apa dan bagaimana. Meski dianggap kere dan kampungan, tidak ada sebaik orang desa mengenal negerinya sendiri.

Oke kembali ke inti.

Ini salah satu pekerjaan anak-anak didesa. Mereka terbiasa pikul beban, mencari kayu bakar dihutan (makanya orang desa setrooong) gak kayak orang kota yang suka berdemo. Tapi anehnya, sebagian besar orang desa tidak menganggap ini bagian dari pekerjaan. Bayangkan tanpa diperintah orang tua, mereka pergi saja cari kayu. Hanya dengan ajakan teman mereka dengan sukarela bantu orang tua.(two tumbs)


Walaupun cari kayu bakar merupakan bagian dari pekerjaan, tapi tidak dengan kanak-kanak, malah sebaliknya dianggap bagian dari permainan. Mereka tidak cuma bermain dihalaman, tetapi bermain dihutan sambil bersenang-senang. Mencari kayu bakar sambil mengumpulkan harimonting dan hail-hail (buahnya bulat melonjong warna merah kalau sudah matang dan rasanya manis). Atau ada yang hobi cari burung (termasuk saya, melirik dan memanjat dahan-dahan jika terlihat ada sarang burung). Apalagi yang diharapkan anak-anak selain berkumpul bersama teman-temannya sambil bernyanyi riang? Mereka sangat bersahabat dan menikmati alam mereka.



4. Mengambil air diladang yang berasal dari mata air sambil mencuri Kacang tanah karena milik tetangga serasa milik bersama


tanaman kacang


Sayapun waktu kecil melakukan ini sobat. Orang tua tidak mengajari kita mencuri ya teman, tolong di catat. Ini murni kenakalan anak-anak. Orang yang punya tanaman juga tidak akan marah., dan alasannya:

Yang pertama: karena yang melakukan anak-anak. Mereka para orang tua ini bijaksana. Sadar mereka punya anak, pasti anaknya pun melakukan hal yang sama.

Yang kedua: anak-anak mengambil bukan untuk dijual atau dibawa kerumah. Anak-anak ini mencuri untuk dimakan saat itulah.

Yang ketiga: karena saling menyadari kenakalan anak-anak, orang tua tidak datang menyerang anak, lalu memarahi dan memukul anak yang mencuri. Tidak juga meneror keluarga anak yang mencuri. So, impas-impasanlah

Yang keempat: Setelah mencuri, nanti bisa kok dikasih tau sama pemilik tanaman bahwa kita sudah masuk keladangnya dan mengambil hasilnya. Pasti tidak kena marah apalagi dapat hukuman.

Tapi, sekarang jangan kamu lakukan itu, kalau tidak kalian akan dihajar massa dan berurusan dengan hukum. Sudah lain generasinya dan lain pula jamannya. Karena sekarang generasi gadget, dikit-dikit cekrek, dikit-dikit viral. Hukumanmu bisa lebih berat dari yang sudah kamu perbuat. Harap bijaksana menyikapi jaman. Karena generasi kalian sudah ditindas oleh gadget. Jadi kalian tidak akan pernah bisa menikmati seindah masa kanak-kanak dulu...(serasa sudah tua sangat..hehehehe..)


5. Mandi dikali bersama  anak kampung (anak lelaki dan anak perempuan karena belum tahu malu)



mandi di kali


Tidak peduli apakah air tempat mereka bermain itu bersih atau kotor. Itu bukan ukuran yang pertama bagi anak-anak-anak didesa. Yang penting hasrat mereka terpenuhi. 

Maklum didesa saat itu tidak ada wahana bermain anak-anak. Tidak anda Ancol, Amanzi, tidak ada Timezone, tidak ada kolam renang dan permainan seru lainnya. Tempat rekreasi mereka yaitu sungai, kali, sawah dan gunung. Apakah mereka iri dengan mereka yang tinggal dikota, lalu merengek-rengek ingin kekota? Itu tidak terlintas dipikiran mereka. Mereka lebih bahagia dengan apa yang sudah mereka nikmati.

Hidup mereka alami, tanpa gadget tanpa teknologi, dan mereka tanpa kekurangan kebahagiaan 
Mereka hidup dalam kesederhanaan dan tanpa banyak menuntut.


6. Bermain-main dihalaman sepuas hati


permainan seru ank-anak


Emang sih ya, tidak bisa dipungkiri dan tidak bisa dipersalahkan, gadget dan teknologi sudah menjadi bagian dari perkembangan jaman. Setiap jaman mengambil  perannya masing-masing. Sekarang tergantung saringannnya dikita. Zaman tetap memaksa kita untuk mengikutinya dan nyaris meninggalkan apapun yang dianggap "dulu dan menjadi kuno" dan apa yang dulu dipandang sebagai kebahagiaan sekarang mulai tersisihkan dan dianggap sebagai bagian dari masa lalu.

Gadget banyak menggeser budaya baik manusia. Persaudaraan yang begitu hangat mulai dingin. Sahabat menjadi lawan. Dari kebersamaan menjadi individual. Semua tergeser.

Dulu, bila sore sudah tiba, halaman kampung ramai dengan hiruk-pikuk. Saat itu adalah kesempatan buat anak-anak bermain. Ibu-ibu berkumpul dengan riangnya. Ada yang ngerumpi sampai cari kutu hingga berderet-deret. Kini, hal itu sudah menjadi pemandangan langka. Ibu-ibu jaman sekarang (mak jaman now) lebih suka nge-gosip di media sosial.. Mata mereka terbelalak memelototi gadget, bisa habis berlalu sehari dengan gadget mereka, bahkan yang lebih miris - anak diabaikan. Gadget lebih penting dari anak...Sereeeemmm. Sebaliknya anak pun dijejali gadget yang penting bisa diam, dan ibu bisa aman dan nyaman ber-gosip tanpa rengekan sang bocah.

Oke... tahu kan kalian apa-apa saja permainan yang kamu pernah lakukan dihalaman rumah. Tahukan kalian, ada banyak manfaat loh anak yang bermain diluar ruangan?

  • Mengasah system motorik anak sehingga anak lebih kreatif.
  • Membantu anak mengenali lingkungannya.
  • mengembangkan hubungan anak secara terpadu
  • dll

Nah, berikut ini beberapa jenis permainan yang banyak dimainkan oleh anak-anak. Nih saya sebutkan ya, entar kalau kurang kalian bisa tambah dikomen.

  1. Main kelereng. 
  2. Main lompat galah
  3. Main kasti
  4. Main petak umpet
  5. Main iye-iye
  6. Main layang-layang
  7. Main angkling
  8. Banyak yang tidak saya tahu.


7. Memburu penjual burukan (sega-sega - bhs Batak) untuk membeli es.


Tahukan kalau didesa itu jarang ada warung atau penjual jajanan. Orang desa belanjanya sekali seminggu kepasar - biasa disebut pasar kalangan. Maklumlah mau jajan tidak ada uang. Bagaimana berjualan kalau barang tidak laku? Siapa yang beli?

Sesekali adalah tukang es datang kekampung-kampung menjajakan es -nya. Tujuan sebenarnya bapak tukang es ini bukan jualan es atau bukan profesi sebagai penjual es. Tapi bapak ini sebenarnya pengumpul barang bekas.

Bapak ini membayar barang bekas yang diterima dari anak-anak dengan es. Setiap kali dengar suara pupek-pupek (bunyi ciri khas penjual es), anak-anak langsung keluar cari sibapak penjual es tadi. Karena si bapak pupek-pupek tadi jarang datang, biasanya anak-anak sudah mengumpulkan barang bekas untuk dijual. Begitu dari kejauhan terdengar suara pupek-pupek maka anak-anak bergegas mendekati sibapak untuk menukarkan barang bekas tadi dengan uang maupun es.


Jadi, sebenarnya sebelum jaman gadget anak-anak desa ini sudah bisa mandiri. Oke, berhubung sudah panjang lebar saya bercerita, saya cukupkan sampai disini. Intinya apapun dan digenerasi apapun kamu hidup sekarang ini, tetaplah bisa menikmati masa hidupnya. Jaman itu ada untuk kemudahan dan untuk dinikmati bukan untuk menindas. Be smart...be happy..

Mau Tahu Permainan Anak Jaman Dulu yang Paling Membahagiakan? Mau Tahu Permainan Anak Jaman Dulu yang Paling Membahagiakan? Reviewed by Risda Nababan on June 30, 2018 Rating: 5

Hati - hati, Bahaya Generasi Micin

December 16, 2017
Menyikapi dengan populernya sebutan generasi micin yang banyak dipakai orang pada jaman sekarang terhadap orang-orang yang dianggap sebagai "orang bodoh" karena sering melakukan tindakan yang memang benar - benar dianggap bodoh. Penggunaan kalimat ini begitu populernya dikalangan pengguna media sosial sejak kampanye pertarungan Pilkada DKI 2016 silam, tetapi yang membuat hati pilu pertarungan itu tidak berhenti hanya di pemilu saja, tetapi masih terus berlanjut sampai hari ini dan membuat banyak orang menjadi korban.


generasi perusak budaya
gambar : Google

Generasi micin bukanlah sebutan yang baik bagi generasi ini, bagaimana pun setiap orang mengharapkan sebuah generasi yang bisa membawa dirinya dan bangsanya kearah yang lebih baik, sayangnya, begitu banyak orang yang tidak lagi bisa berpikir menggunakan pola pikirnya dengan cerdas tetapi menggunakan emosi dan otot untuk melakukan sebuah  tindakan baik untuk pembelaan ataupun perlawanan.


Melihat keadaan sekarang ini saya pikir sebutan generasi micin yang disematkan kepada beberapa orang ada benarnya, bagaimana tidak, diera teknologi yang serba terbuka harusnya membuat generasi ini menjadi melek informasi dan pengetahuan. Keterbukaan informasi memungkinkan setiap orang bisa dengan mudah mengakses hal-hal yang ada dimuka bumi ini, tetapi yang terjadi begitu banyak orang yang hanya menonjolkan ego dan emosi dan hanya ingin ikutan saja atau cuma numpang tenar tanpa mengkaji terlebih dulu sebelum melakukan sesuatu. Saya tidak tahu apa yang ada dipikiran sebagian orang jaman sekarang, apakah karena kelebihan dosis atau kurang dosis (pengajaran)?.


Genarasi micin bukan tanpa sebab musabab timbul kepermukaan, dan dari analisa saya, Saya menduga itu karena banyaknya orang yang senang pamer kebodohan, entah karena berlagak bodoh padahal pintar atau benar-benar bodoh sehingga tidak mampu menganlisa apa yang keluar dari mulutnya. Suara-suara cempreng yang tanpa makna dan penuh kebodohan dan pembodohan terdengar dan terlihat dimana-mana. Anehnya tidak banyak yang menguji setiap kata perkata atau kalimat per kalimat yang masuk ketelinga mereka. Jadi timbul pertanyaan: Kenapa jadi banyak orang yang bodoh dijaman milenial ini dengan sumber pengetahuan yang super canggih?, apakah karena pengaruh makan micin seperti yang sering disebut orang sehingga disebut sebagai generasi micin yang konotasinya sebagai generasi bodoh? Dari sekian banyak tindakan yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, saya merangkum beberapa tindakan yang sangat berbahaya bagi generasi kini dan generasi mendatang. Dan inilah contoh-contoh yang gemar dilakukan oleh generasi yang orang sebut sebagai generasi micin:


1. Generasi micin adalah generasi yang menonjolkan kebodohan



belajar keluar dari kebodohan
Otak digunakan digunakan untuk menimbang banyak hal


Mengajarkan sesuatu kepada orang lain padahal ia sendiri tidak mengerti lebih dahulu apa yang diajarkan sehingga jadilah sebuah ajaran bahlul. Muka buruk cermin retak

Banyak yang mengaku-ngaku ahli agama, pendidik, tokoh dan pengajar sampai penyampai firman tapi anehnya tidak tahu apakah yang diajarkan dan disampaikan sebuah kebenaran atau tidak, membangun atau malah memprovokasi serta memecah belah. Perkataan yang disampaikan tidak terlebih dulu dianalisa dan diuji apakah menyinggung orang lain atau tidak merupakan suatu tindakan kebodohan dan pembodohan yang sangat nyata fan berbahaya?. Akibatnya perkataan dan ucapan kosong yang tiada makna menjadi cambuk bagi tubuh sendiri dan jadi dilema dimasyarakat.


Sebagai seorang tokoh atau sebagai seorang pemberita harusnya tahu cara berbicara tanpa membuat berbagai spekulasi dimasyarakat yang dapat mendorong berbagai opini dikalangan masyarakat yang beraneka ragam ini. Sudah sangat banyak tokoh agama dan tokoh masyarakat justru memberikan bibit racun kepada masyarakat karena tidak menjaga ujaran, ajarannya dan ucapan lidahnya dengan baik sehingga akibat pemberitaan yang salah justru menjadi kontroversi dimasyarakat dan menimbulkan perpecahan karena adanya pro dan kontra yang menyulut amarah pada berbagai pihak. Seharusnya sebagai seorang pemberita, penyampai firman harusnya mengerti, memahami terlebih dahulu apa yang sedang disampaikan, dan diajarkan kepada anak-anak atau umatnya karena jika tidak mengerti dan memahami apa yang disampaikan bisa menjadi cambuk khususnya bagi tubuh sendiri, harus memperhatikan ajarannnya jangan sampai menabrak norma-norma yang ada dan menyakiti hati orang lain.


Dalam sebuah fakta sebagai contoh nyata adalah bagaimana seorang tokoh dengan ketidakmampuan dalam membedakan antara simbol palang merah - kemanusiaan (ambulance) dengan symbol sebuah agama. Padahal hanya dengan melihat sekilas sajapun bisa sangat jelas terlihat perbedaanya.


Seharusnya seorang publik figur maupun tokoh sebelum menyampaikan sesuatu apalagi yang sangat prinsip dan krusial alangkah sangat bijak bila mempelajari terlebih dahulu apa yang hendak diajarkan kecuali karena memang ada unsur kesengajaan. Dalam setiap ajaran tidak boleh ada unsur emosi dan kebencian karena dampaknya akan buruk dan luas sekali. Sebelum menyampaikan sesuatu terlebih kepada khalayak ramai dibutuhkan referensi untuk meneguhkan perkataan itu. Banyak referensi yang bisa dipakai sebagai sumber untuk mencari informasi yang bisa dibaca dan dipelajari supaya tidak dicap sebagai orang bodoh yang asal bicara yang mengarah kepada melakukan tindakan pembodohan.


2. Generasi micin adalah generasi copas alias NOL ide.

Yang terjadi sekarang ini banyak orang hanya copypaste, sehingga tidak ada ubahnya seperti seekor burung beo yang menirukan apa yang disuarakan oleh tuannya. Tidak bisa mengkaji secara nalar apa yang diterima oleh telinga, jadilah generasi copas (copy paste)

Menyampaikan sesuatu hanya berdasarkan copy paste tanpa mau menyelidiki sebuah fakta akan berakibat buruk bagi sebuah peradaban. Inilah bahaya besar yang dialami generasi sekarang sehingga generasi micin layak disematkan kepada orang yang hanya modal copy paste.

Memang manusia menginginkan sesuatu yang praktis, tetapi tidak harus membuat orang malas berpikir dalam melahirkan ide untuk mengalisa sebuah berita dan ajaran apakah benar atau palsu. Kebiasaan sebagian orang dengan kehidupan yang serba instan tidak lagi bisa mencerna setiap ajaran yang masuk kepikirannya melalui informasi secara konfrehensip, padahal diera keterbukaan, orang lebih bisa dengan mudah mendapat sebuah informasi dari sumber yang benar dan tentu tujuannya baik di masyarakat.


3. Suka ajaran yang bisa meninabobokan telinga.

Apapun perkataan yang keluar apalagi dari seorang tokoh yang dianggap terpandang dan diidolakan banyak orang akan dengan cepat ditelan mentah-mentah,  ajarannya dan perkataannya akan dibela meskipun sarat dengan kesalahan dan tipuan. Seorang tokoh yang sangat diidolakan akan sulit melihat kesalahan yang dilakukan idola tersebut, padahal apabila terlalu mengidolakan seorang tokoh bisa menjadi berhala bagi sang pengidola dan itu yang banyak terjadi sekarang ini.

Hal ini kita bisa lihat pada masyarakat, media elektronik dan media sosial, jika seorang tokoh yang menyampikan sebuah ajaran dan meski ajaran itu menyimpang dari ajaran universal akan dibela habis-habisan apakah karena alasan uang atau perut atau karena tidak mampu lagi melihat kesalahan yang dilakukan karena sudah terlalu nyaman dengan nyanyian ninabobo, yang salah jadi benar yang benar jadi salah. Nggak percaya ?Cek aja diakun-akun media sosial terutama pada kolom-kolom komentar. Banyak yang suka dengan dengan janji-janji manis dari manusia meskipun itu menyesatkan


4. Generasi micin tidak menggunakan otaknya secara cerdas.

Banyak orang sekarang ini belajar sesuatu hanya dari apa kata orang, hanya dari media sosial dan internet. Padahal banyak sumber lain yang bisa dipelajari termasuk dari kitab masing-masing sebagai dan merupakan sumber terbaik sumber ilmu pengetahuan dan kecerdasan. Saya tidak menyalahkan orang untuk belajar dari internet atau media sosial lainnya karena sayapun melakukannya, hanya saja yang sangat disayangkan, generasi micin tidak menggunakan rujukan kepada guru aslinya atau guru induk yang bisa menyajikan informasi, pengajaran, pengetahuan dan moralitas yang akurat dan memang kebenarannya bisa dipertanggungjawabkan.

Saya tidak tahu apabila seseorang menyampaikan sebuah ajaran apakah merujuk kepada kitab aslinya atau tidak,  yang dikhawatirkan jangan sampai informasi dan pemberitaan yang disampaikan dari hasil dengar-dengar dan tidak penuh alias setengah-setengah. Karena apabila ada penyimpangan masyarakatlah yang menerima dari buah pengajaran tersebut.


5. Generasi micin genarasi yang suka memaksa.

Suka memaksa orang kepada pemahamannya yang dangkal dan keliru. Menjudge orang lain dengan pemikirannya, sekalipun orang lain sudah jelas jelas tidak sepaham dan seprinsip dengannya. Yang lebih parah menganggap lebih mengerti prinsip orang lain oleh karena itu tak ayal ia akan sering menunjukkan sebuah kebodohan akibat dari pemaksaan. Karena bagaimanapun tidak mungkin terang menyatu dengan gelap. Sungguh tidak ada kamusnya itu.


Ditengah keberagaman dan perbedaan, setiap orang memiliki pemahamannya sendiri terhadap ajaran yang diyakini. Tidak boleh memaksa kehendak supaya pemahaman seseorang sama dengan pemahaman orang lain, dan apa yang di yakini juga harus diyakini orang lain.

Saya banyak menemukan hal ini didebat-debat yang biasa terdapat dikolom komentar pada media soaial., padahal ia sendiri tidak memahami keyakinan orang lain tetapi dengan naifnya memaksa apa yang dia yakini harus juga diyakini oleh orang yang tidak sekeyakinan dengannya. Terlihat sangat konyol tetapi fakta ini mengisyaratkan kepada kita betapa konyolnya generasi micin.


6. Generasi micin adalah generasi penebar kebencian.

Orang mengharapkan damai tetapi damai tidak datang; bagaimana bisa datang? karena dijaman sekarang terlalu banyak orang yang menebar kebencian dan karena damai datang hanya kepada orang atau bangsa yang suka damai.

  • Tidak mungkin berkat datang jika yang ditabur adalah kutuk.
  • Tidak mungkin keadilan datang kepada orang yang tidak berpikirpun apalagi bertindak berbuat adil.
  • Tidak mungkin keamanan datang jika dipikiran dan tindakan hanya kerusuhan. 
  • Tidak mungkin bahagia bila hasrat hanya ingin bikin orang susah dan pembuat masalah. 
Hukum itu kekal dan berlaku bagi siapa saja, apa yang ditabur itu juga yang dituai.


Seperti yang nyata dimedia- media, nyaris tidak bisa ditemukan komentar sehat yang mengandung budaya damai, kasih, persaudaraan, semua berlomba-lomba melampiaskan kekesalan, kemarahan dan kebencian kepada orang yang dianggap tidak sepaham dengannya. Bila ada kesempatan semua berusaha adu argumen, adu kambimg, adu kebodohan, pakai bahasa yang mengancam  lagi. Bayangkan ini terjadi beberapa kurun waktu, warisan apa yang diterima oleh generasi ini dan generasi yang akan datang. Mungkin suatu saat mereka akan berkata; kenapa saya harus ada diwarisan pembenci, pemarah dan penghujat?


7. Generasi micin berotak tumpul.

Kebodohan muncul karena kemalasan, malas belajar malas menggali sesuatu untuk sebuah pemahaman baru. Tanpa dibekali ilmu pengetahuan dan pemahaman dan pengenalan si otak tumpul sudah berani koar-koar seolah memiliki segudang pemahaman dan pengetahuan ternyata  hanya seujung kuku yang akhirnya menjadi bulan-bulanan dan bahan olok-olokan. Bukan jadi berkat malah jadi batu sandungan akibatnya tetsandung dengan batu kebodohan. Yang mengajarkan bodoh yang mendengar juga bodoh, sama-sama bodoh akhirnya terlepar kedalam kubangan kebodohan akhirnya kebodohan kekalpun terjadi. Jadi, binasa karena kebodohan.


8. Generasi micin tidak dapat beradaptasi.

Sebuah pepatah lama berkata: Dimana langit dijunjung disitu bumi dipijak; artinya bahwa dimanapun seseorang menjunjung langit wajib hukumnya ikut budaya dimana ia berpijak. Bila sebelumnya budaya yang dianut adalah budaya barbar, bila masuk wilayah orang harus bisa menempatkan diri dimana ia berpijak/ tinggal, jangan bawa budaya barbar jika saat berada diwilayah yang memegang budaya damai, kasih, budaya yang menghargai perbedaan, itu namanya manusia tidak tahu diri dan tidak tahu di untung. Bagaimana tidak disebut tidak tahu diri, Wilayah sudah menjamin keamanan, hidup gratis, bebas menggunakan sumber daya alam masih berkhianat dengan membawa budaya barbar sehingga menggangu ketentraman umum.


9. Generasi micin adalah generasi yang baperan.

Tentang hal apapun selalu memposisikan diri sebagai pribadi dan kelompok yang teraniya dan dianiya, merasa selalu dipersalahkan sehingga menganggap bahwa dirinya sebagai korban karena tidak memiliki gambar diri yang jelas dan benar. Seandainya walau sedikit memiliki gambar diri yang benar saya yakin ia akan bisa melihat dan menempatkan segala sesuatu pada posisi dan porsi yang tepat. Bahaya dari orang atau kelompok yang selalu baperan adalah sangat mudah tersinggung walau tanpa alasan, selalu menaruh curiga walau orang lain niatnya baik.

Orang yang selalu baperan akan sulit diterima oleh orang lain, kecuali karena memang sama-sama baperan maka klop dah bahasanya.


10. Generasi micin generasi yang tidak berwawasan luas.

Wawasan itu perlu dalam menyeimbangkan antara keyakinan, pengetahuan dan pemahaman. Jangan menjadi seperti katak dalam tempurung, apalagi dalam menyampaikan sesuatu kepada khalayak ramai jangan cuma modal pas-pasan. Dunia ini jangan dibuat sempit oleh pemikiran yang kerdil, karena jika itu yang dibawa maka yang terjadi hanyalah kesombongan dalam kebodohan, itu juga yang menyebabkan sebagian orang, tubuh dijaman millenial tapi otak tertinggal dijaman batu. Hati membatu sehingga tidak punya peluang untuk mengasihi, menghargai dan memanusiakan manusia sebagaimana layaknya manusia sama dimata Tuhan dan ciptaan Tuhan.


11. Generasi micin adalah generasi pengutuk.


perilaku generasi micin yang sedang ucapan kutukan
Badai merupakan akibat dari ucapan kutuk


Saya sering heran dengan orang jaman sekarang yang senang dengan ucapan - ucapan kutuk, seperti tidak ada pengontrol dalam mulut dalam berkata - kata. Merasa dalam berbicara tidak ada konsekwensi yang mungkin terjadi, padahal jika memiliki kecerdasan dengan melihat apa yang sering terjadi di depan mata, seharusnya orang yang suka mengutuk bisa mengambil sebuah pelajaran apa yang mendasari setiap kejadian yang terjadi. Dengan kata lain dengan ucapan - ucapan kutuk yang sering diucapkan dapat mengubah atmosfir dimana ia mengucapkan kutuk tersebut. Kutuk yang sering diucapkan tidak selalu terlaksana terhadap orang atau kelompok yang di serang, karena kutuk hanya berlaku kepada orang yang yang melakukan kejahatan bukan kepada orang yang dalam kebenaran atau kebaikan. Atau dengan bahasa sederhananya alam punya keadilan juga.

Banyak orang yang menjerit ketika menghadapi sebuah masalah dan bencana. Siapakah yang akan di persalahkan dengan kejadian - kejadian ini? Seringkali manusia tidak merasa bersalah dengan apa yang menimpa suatu daerah atau wilayah atau bahkan diri sendiri dan malah sibuk menyalahkan orang lain, kutuk - mengutuk, kecam - mengecam, hujat - menghujat yang padahal bisa saja ucapan kutuk yang pernah keluar dari mulut seseorang itulah yang menyebabkan masalah dan bencana menimpa dirinya. Berhentilah dari sekarang mengutuk apalagi sudah ada yang mengingatkan, alangkah baiknya jika sesama manusia saling membangun, saling memberkati. Bagaimana, anda setuju dengan saya?



Bagaimana cara memperoleh gambar diri atau citra diri yang benar?



Hati - hati, Bahaya Generasi Micin Hati - hati, Bahaya  Generasi Micin Reviewed by Risda Nababan on December 16, 2017 Rating: 5
Powered by Blogger.