Hindari Ini Supaya Pernikahan Rumah Tangga Tetap Langgeng




Bagaimana pun betapa konyol hubungan pernikahan tanpa dasar cinta. Pernikahan adalah fase terpanjang dalam struktur kehidupan manusia. Setiap pasangan mengingingkan pernikahan bahagia, tanpa terkecuali. Namun pun demikian ada orang tertentu yang oleh atas nama pelayanan telah berani mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan karena ada orang dalam agama tertentu yang tidak membolehkan untuk menikah dan orang yang memilih hidupnya untuk jomblo seumur hidup. It's okelah itu pilihan hidup masing-masing dan kita tidak perlu mengurusi yang demikian.


Kita akan membahas poin tentang kekonyolan hubungan tanpa cinta. Ada ungkapan yang menyebutkan "jika kamu ingin tahu gambaran sorga dan neraka, maka menikahlah". Perhatikan ungkapan ini. Kamu yang masih single dan belum menikah, perhatikan ini baik-baik. Gambaran kehidupan dari kehidupan yang sesungguhnya ialah setelah kamu menikah. Itulah gambaran riil kamu selama kamu didunia. Disitulah surga atau nerakamu berada. Setelah menikahlah kamu tahu hidup yang sesungguhnya. Tidak heran untuk mencapai pernikahan bahkan setelah menikah banyak orang yang berubah. 


Ada dua karakter pernikahan

1. Pernikahan yang mendekati kehidupan dengan aroma sorga. 

Tidak ada satu orang pun yang waras yang menolak pernikahan yang demikian, karena pada hakekatnya tujuan utama orang menikah untuk dapat mencapai sorga di dunia, begitu orang menterjemahkannya. Salah satu hal paling lazim yang diharapkan pasangan yang menikah adalah hubungan yang indah penuh kasih sayang yang tulus dan kebahagiaan. Pernikahan ini sering diumpamakan taman dimana kuncup-kuncup bunga sedang bermekaran, penuh wewangian. Dan simbol-simbol tersebut dibawa kepelaminan dan kamar pengantin dimalam pertama. Kamar yang baru menikah selalu dihiasi dengan taburan bunga yang wangi. Para pencetus ini berharap setelah berlangsung pernikahan, rumah tangga pengantin selalu dihiasi dengan keindahan.

2. Pernikahan yang mendekati aroma neraka.

Bisa dibayangkan bagaimana pernikahan ini dengan orang-orang didalamnya merasakan bagai berada dineraka. Tentunya tidak ada kedamaian, ketenteraman apalagi kebahagiaan. Padahal setiap pasangan yang menikah, kalau ditanya tujuan mereka menikah kebanyakan jawaban mereka adalah berharap mereka bahagia bersama pasangan yang dipilih. Tetapi seringkali harapan itu tidak sesuai kenyataan. Banyak pasangan yang menikah, memutuskan untuk bercerai karena merasa bahwa pernikahan itu bukan seperti sorga yang kebanyakan orang harapkan. Bagi kamu yang sudah merencanakan pernikahan sebaiknya perhatikan pasangan yang akan kamu nikahi dan matangkan pikiranmu sebelum itu terjadi. Menikah tidak sebaik yang kamu pikirkan. bahwa sebenarnya menikah itu banyak juga yang tidak enaknya.

Jangan lakukan pernikahan apabila hanya sebagai pemenuhan kewajiban saja. Aku sudah menikah, berarti orang tua sudah tidak pusing lagi mikirin hidupku. Bukan begitu cara kamu berpikir. Apa enaknya pernikahanmu bagi orang tuamu jika mereka melihat kamu anaknya menderita? Bukan itu yang mereka tunggu dari pernikahanmu. Orang tua menganjurkan kamu menikah, supaya ada yang bertanggungjawab atas hidupmu dan juga sebaliknya. Makanya mereka menginginkan itu supaya kamu bahagia. Bila kamu menderita bahkan setelah menikah, mereka juga turut merasakan penderitaan itu dalam tubuh mereka.


Ada hal lebih frontal ketika hubungan pernikahan tanpa didasari cinta yaitu percekcokan bahkan sampai pada pertengkaran keluarga. Dramatis sekali jika pada akhirnya sampai saling menyakiti. Saya tidak tahu apakah sebelum adanya pernikahan, hubungan itu didasari kata "cinta" atau lebih condong kepada hawa nafsu?


Saat ini banyak perceraian terjadi karena alasan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Itulah sebabnya timbul pertanyaan, apakah pernikahan karena didasari alasan cinta? Karena jika alasan cinta kenapa saling menyakiti pada akhirnya memutuskan untuk berpisah, Jangan-jangan hanya alasan ketertarikan dua orang yang berjenis kelamin yang berbeda. Atau cinta hanya diawal saja? Hanya mereka yang mengalami yang bisa menjawab pertanyaan ini.


Kita kembalikan lagi kemasing-masing pasangan, karena sebagian dari mereka telah menciptakan neraka bagi pernikahan mereka. Jika sampai terjadi pernikahan tanpa cinta betapa malangnya pernikahan itu karena akan tinggal dalam neraka sepanjang pernikahannya. Mereka membayar harga yang terlalu mahal akibat kekonyolan ini. Apa yang mereka dapatkan? Hanya rasa hambar dan sebagian pahit. Rasanya ingin muntah tapi muntah pun tidak keluar karena akan terus menahannya didalam daging jangan sampai keluar.


Anda bisa bayangkan, bagaimana jika ada garam tapi asinnya tidak ada, begitulah pernikahan tanpa cinta. Memang, cinta bisa berubah seiring waktu berjalan. Siapa yang bisa memastikan cinta itu bisa awet disepanjang perjalanan. Masalah demi masalah menguji ketahanan hubungan itu. Banyak orang bilang bahwa cinta itu hanya dalam pacaran saja. Benarkah demikian. Pendapat sebagian orang ada yang membenarkan. Iya iya dong... sekarang ini banyak keluarga hancur karena tidak setia pada pasangannya. Akhirnya mengundang makhluk gaib/asing masuk dalam kehidupan rumah tangganya sehinga terjadi perselingkuhan. Kalian pikir itu karena ksetiannya pada pasangan?


Kemudian dirumah terjadi perang dingin bahkan ada yang cakar-cakaran karena terendus ada makhluk halus menyelinap masuk kerumah anda. Akhirnya sekampung tahu dan ramai, ada yang menvideokan sehingga masuk fesbuk dan viral. Seru dan memprihatinkan. Perangkap ini membuat kehidupan menjadi laksana tinggal dalam neraka, panas dada ini, begitu kan?


Banyak hal yang mempengaruhi cinta kandas ditengah jalan salah satunya "karena rumput tetangga lebih hijau dari rumput kalian" begitu tetangga sebelah berkilah. Tetangga anda rajin menyiraminya dan lagi rumput tetangga terbuat dari plastik sintetis sehingga hijau terus.  Sedangkan rumput anda tidak anda urus, akhirnya layu.
Hindari Ini Supaya Pernikahan Rumah Tangga Tetap Langgeng Hindari Ini Supaya Pernikahan Rumah Tangga Tetap Langgeng Reviewed by Risda Nababan on July 27, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.