Dibalik Suksesnya sebagai Designer Baju Kebaya, Terselip jiwa merawat Hati anak Negeri ~ Anne Avantie

Anne Avantie
Anne Avantie



Dialah seorang Anne Avantie, Designer kebanggaan kita yang sudah lama berkecimpung didunia artis dan melanglang -buana di dunia Fashion Indonesia. Soal fashion tak perlu diragukan lagj, sudah menjadi tradisi baginya dan makanan sehari-hari beliau Tak heran karya beliau menjadi Inspirasi Kebaya wanita diberbagai pelosok Nusantara. Pakaian Kebaya menjadi pesohor dan menjadi masterpeace dari rancangan seorang Anne Avantie. Pakaian khas yang merekat untuk mewakili karakter dan identitas bangsa Indonesia.


Kebaya Indonesia-Pakaian-kebaya

Dalam karirnya sebagai perancang busana kondang yang notabene disibukkan dengan banyaknya pesanan untuk memenuhi permintaan pasar tidak membuatnya tidak punya kesempatan bagi orang lain. Terselip rasa kemanusiaan yang tinggi terutama bagi yang belum punya kesempatan hidup lebih baik. Anak-anak negeri yang tidak mampu membuat dia bergerak untuk membantu.


Mendengar hati, itu yang membuat ibu tiga anak ini bergerak dengan respon cepat. Mendengar adalah sebuah benih yang sudah tertanam dihati dari sejak manusia terbentuk menjadi manusia termasuk pada beliau. Dia tidak berpusat hanya pada kesibukan kepada diri sendiri, melainkan apa yang didengar menjadi respon untuk bertindak. Banyak orang yang tidak memberikan kesempatan bertindak sekalipun suara hati mereka terdengar diseluruh tubuh. Mungkin saja pernah mendengarnya tetapi mengabaikannya.  Kata hati menyampaikan pesan positif kepada kita untuk melihat anak-anak negeri yang kurang beruntung. Lalu berdiri disana sebagai perpanjangan kasih Tuhan bagi pemulihan harapan mereka. Harapan untuk melihat masa depan anak negeri seperti halnya yang selalu dia sampaikan dibanyak postingannya.


Kebaikan hati seorang Anne Avantie patut diapresiasi terlebih saat keputusannya untuk menampung anak-anak yang menderita penyakit dan berbagi kasih bagi kaum yang lemah. Dia membagi hidupnya bagi anak-anak negeri ini. Ia pun mendirikan sebuah yayasan Wisma Kasih Bunda di kota Semarang sebagai bukti kepedulian kepada anak negeri sekaligus untuk mewadahi, menampung dan merawat anak-anak ini sehingga tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang sehat dan aktif.


Di yayasan Wisma Kasih Bunda seperti yang dirilis  Repiblika.co.id 2013 lalu telah membantu mengoperasi 800 anak pengidap Hidrocephalus. Ditahun 2018, sampai artikel ini dimuat belum ada laporan data yang mencatat berapa banyak anak yang sudah berhasil dioperasi. Kendati demikian, dedikasinya bagi kebaikan sesama patut dijadikan contoh yang sungguh menginspirasi.


Anak pengidap Hidrocephalus


Angka hanyalah sebuah hasil dari pencapaian. Yang terpenting bukan seberapa banyak yang sudah ditolong melainkan seberapa besar perhatian kepada sesama yang membutuhkan pertolongan dari keberadaan sesamanya. Angka selalu mengikuti tindakan dan proses. Untuk menolong, angka bukan fokus utama.


Menolong bukan soal supaya dilihat orang atau tidak. Selama tujuannya menolong, entah di gembar-gemborkan atau tidak, bagi mereka yang membutuhkan, untuk mereka itu sangat membantu dan menambah umur mereka. Menolong karena alasan berkaca pada diri sendiri sebagai makhluh Tuhan yang mulia yang saling membutuhkan dan saling melengkapi. Menolong bukan sekedar mengajak orang lain untuk membantu. Menolong adalah membuka tangan lebar-lebar dan dimulai dari diri sendiri.


Dalam diri Anne Avantie tersirat sebuah ketulusan yang didasari cinta kasih kepada sesama. Tanpa memandang perbedaan yang melekat di tubuh orang yang ditolong. Tujuan utama menolong karena simpati dan empati yang dimiliki didalam hati karena satu alasannya adalah karena sesama manusia, memanusiakan manusia.


MEMBERI KARENA KASIH


Salah satu alasan memberi adalah karena didasari cinta KASIH. Tanpa kasih orang tidak mampu melakukannya. Kasihan ya, ia sakit, kasihan dia enggak makan satu minggu, kasihan ya...kasihan ya...
Kasihlah yang menggerakkan hati manusia sehingga tergerak memberi. Tanpa kasih orang tidak mungkin berbuat"

Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong ( 1 Kor 13 : 14)  kasih mendorong berbuat sesuatu untuk membantu orang lain.


Ketika dalam hati timbul belas kasihan, maka timbul niat mendedikasikan hidup bagi pelayanan. Banyak orang-orang miskin disekitar kita yang sebenarnya memelas menanti uluran tangan dan belas kasihan. contoh terdekatnya keluarga. Memberi hanya sedikit saja bisa membahagiakan dan membangkitkan semangat mereka. Kepedulian kita membuat mereka tersenyum dan sedikit tertolong...sungguh sesuatu yang indah.


Hukum Tuhan berkata ;” berilah maka kamu akan diberi” suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.  Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Luk 6 : 38  "  
orang yang memberi sedikit tidak bertambah kaya, dan orang yang memberi banyak tidak menjadi miskin.

Ini bisa dimulai dari keluarga, jangan mencoba menjadi manusia yang egois, lakukan apa saja yang bisa dilakukan dengan ketulusan dan atas dasar belas kasihan pada akhirnya nanti juga terbiasa.


Inti dari semua : Saling melengkapi, memberi dan menerima itulah sisi dari kemanusiaan manusia, karena itu manusia (kita) diperlengkapi dengan KASIH, supaya setiap orang dapat memberi dan menerima. Memberi dan menerima membuat kapasitas kasih itu semakin besar. Apakah Kasih dalam hatimu semakin kecil atau semkin besar? Tentukan pilihanmu sekarang

Okelah cukup sampai disini ocehan saya kali ini semoga bermanfaat dan membantu bagi anda yang ingin berbuat dan bagi anda yang akan menerima. 



Dibalik Suksesnya sebagai Designer Baju Kebaya, Terselip jiwa merawat Hati anak Negeri ~ Anne Avantie Dibalik Suksesnya sebagai Designer Baju Kebaya, Terselip jiwa merawat Hati anak Negeri ~ Anne Avantie Reviewed by Risda Nababan on April 27, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.