Arti Dan Perbedaan Hemat dengan Pelit Dalam Prinsip Memberi

Seseorang pernah bertanya kepada saya, apakah hemat dengan pelit itu sama? Hemat dan pelit itu terjadi secara umum bahwa hemat dan pelit itu dua hal yang bertolak belakang. Kelihatannya memang perbedaan hemat dan pelit sangat tipis sehingga jika sekilas kedua-keduanya hampir mirip.





Perbedaan antara pelit dengan hemat sekilas hampir sama, tapi pada prakteknya sangatlah berbeda. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa yang dimaksud dengan pelit atau sama dengan kata Kikir adalah orang sulit untuk memberi atau membantu orang lain, sedang kata hemat adalah mempergunakan uang dengan sangat hati-hati




Pengertian hemat


adalah perilaku dimana dalam bertindak sangat hati-hati supaya dalam hal pengeluaran tidak terjadi kesalahan. Orang yang hemat dalam mengeluarkan uang sangat mempertimbangkan semua aspek, misalnya jika berkesempatan untuk membeli kain di pasar, orang ini terlebih dahulu mengecek harga untuk membandingkan harga- harga kain dimana yang paling murah. Setelah menemukan harga kain yang paling murah barulah ia menetapkan pilihannya untuk membeli kain yang termurah tersebut. Memang sekilas mencari harga kain paling murah atau barang yang paling murah dilakukan oleh semua orang termasuk orang orang pelit. Tetapi tidak semua orang rela melakukan itu untuk menjelajahi berbagai toko untuk mencari harga kain paling murah tersebut. Ada beberapa alasan kenapa orang lain tidak rela melakukan itu.


Pertama : karena alasan capek untuk berkeliling pasar untuk mencari kain yang lebih murah. 
Kedua : Menghemat waktu
Kalau dipikirin memang untuk mencari satu kain jika harus rela menjelajahi seluruh pasar apalagi cuaca panas, macet, jauh itu sangat melelahkan. Itu sebabnya orang rela lebih memilih kain meskipun tergolong mahal karena memikirkan faktor kenyamanan. Tetapi bagi mereka yang punya sikap berhemat hal ini merupakan sesuatu dan wajar di lakukan. Karena apabila anda punya bisnis berjualan yang berbahan kain, siapapun kita, kita harus dan wajib mempertimbangkan harga-harga bahan dasar kain dan mencari, membeli   harga yang bahan dasarnya kain paling murah se-pasar bahkan paling murah se-kota. iya, apa iya? buktikan saja atau tanyakan saja sama pebisnis yang berbahan dasar kain. Karena faktor menginginkan harga kain yang paling murah inilah orang banyak melirik dan beralih kepada kain kiloan karena terbukti paling murah. Dari pemaparan saya diatas apakah sudah ada gambaran bagaimana yang di katakan hemat? Dalam hal pengeluaran orang type hemat ini sangat protektif sekali, tetapi bukan berarti untuk memberi dan menolong  orang lain tidak berarti sulit karena pada dasarnya pelit itu dikatakan dalam hal memberi bukan berbelanja.


Ada beberapa prinsip dalam memberi, disini saya akan menjelaskan prinsip-prinsip memberi tersebut sebagai gambaran yang real dan tepat arahnya kepada siapa kita akan memberi bantuan dan pertolongan kita supaya kita tidak salah kaprah dalam mengartikan ketika kita berhadapan dengan kedua karakter tersebut. Saya merasa prinsip-prinsip memberi yang akan saya bagikan ini cukup untuk mencover pengetahuan anda tentang hemat, karena ini akan menjadi landasan bagi kita jika hendak mengukur perbuatan baik yang dia lakukan kepada sesama manusia. Berikut prinsip-prinsip dalam memberi:


1. Memberi kepada orang tepat.

Saya tidak membatasi anda memberikan bantuan kepada orang lain, baik berupa bantuan pangan, bantuan finansial, ataupun anda yang hendak bersedekah.. Jika anda tergerak untuk menolong orang lain siapapun itu, lakukan dengan senang hati, atau anda punya uang lebih yang akan anda bagikan kepada sesama, lakukan. Sekali lagi saya tidak bermaksud untuk menghalangi ataupun membatasi anda dalam hal memberi dan menolong sesama manusia.


Dalam topik ini jika kita orang type yang suka berhemat tetapi tetap bermurah hati, maka yang pertama adalah memberi kepada orang tepat.

Banyak orang di luaran sana yang rela mengubah penampilannya, supaya dengan penampilan yang sudah di ubah tersebut maka kelihatan orang tersebut layak untuk dikasihani, orang yang sangat miskin, tidak punya apa-apa. Saya sering menemukan orang yang seperti ini menjadi pengemis di pinggir jalan , diatas trotoar dan di atas jembatan penyeberangan. Mereka sengaja mengubah penampilan menjadi lusuh, kotor, baju koyak-koyak untuk menarik simpatik dari setiap orang yang sedang melintasi trotoar atau jembatan penyeberangan tersebut. Dengan taktik seperti itu sebenarnya mereka sedang melontarkan tipuan mereka kepada setiap orang yang mungkin akan berbelas kasihan kepadanya lalu mengulurkan tangan kepada mereka untuk memasukkan sejumlah uang ke kantong yang telah mereka sediakan. 


Berbagai macam spekulasi yang bisa terlihat disana:
ada yang pura-pura bawa anak kecil, pada hal bukan anaknya hanya sebagai ikon supaya di kasihani
ada yang pura-pura cacat padahal kondisi tubuhnya normal. 

Kondisi ini membuat sebagian orang merasa iba dan alhasil banyak uang yang masuk kekantong-kantong mereka.


Apakah kalau kita tidak memberikan atau memasukkan recehan kekantong yang mereka sediakan lantas kita disebut pelit. Apabila orang yang malas kerja kita berikan sedekah atau bantuan seperti kasus diatas kita tidak memberi kepada orang yang tepat. Jika kita mau memberi sedekah, berilah kepada orang yang benar-benar membutuhkan, bukan kepada orang malas lalu membuat tipuan mengubah penampilan dan berpura-pura cacat.  Niat baik kita ingin bersedekah kepada orang yang tidak mampu malah sebaliknya sedekah kita tidak tepat sasaran. Mungkin anda berpikir kasihan karena kita melihat dengan penampilannya yang membuat hati merasa iba, tetapi sebenarnya uang mereka juga banyak dari mengemis. Mereka mendapat uang dari hasil menipu dengan merubah penampilan dan tanpa di sadari juga dengan memberi sedekah kepada orang yang melakukan tindakan seperti itu, sebenarnya kita sedang mendukung mereka dan juga orang lain yang berniat sama seperti mereka untuk melakukan hal yang sama yaitu menipu orang karena kemalasan bekerja.


Jika anda berniat untuk memberi sedekah  atau membantu sesama, ada banyak lembaga yang menerima dan sekaligus menyalurkan bantuan anda kepada orang yang tepat sasaran. Ibarat apabila kita menabur di tanah yang tepat maka hasil yang kita dapat juga bagus, sama halnya kita juga harus memberi kepada orang tepat. Pasti kita timbul rasa kesal apabila orang yang kita tolong bukan benar-benar orang yang membutuhkan pertolongan , akhirnya timbul gerutu karena kita merasa di bohongi dan kalau kita sudah menggerutu atas pemberian kita ujungnya bukan lagi berkat.




2.  Memberi di tempat yang tepat.

Diatas saya sudah membahas sedikit tentang tempat memberi sedekah atau bantuan di tempat yang tepat. Sebelum memberikan sesuatu kita harus tahu dulu latar belakang organisasi tempat kita memberi sedekah tersebut supaya tidak salah dalam memberi. Di jaman sekarang ini banyak organisasi yang berkedok mengatasnamakan kemanusiaan untuk menjalankan aksinya demi meraup keuntungan diri sendiri atau pun golongan tertentu. Organisasi kemanusiaan telah banyak di alih fungsikan sebagai ladang bisnis untuk memenuhi nafsunya. Panti asuhan di alih -fungsikan sebagai tempat perdagangan manusia  (Human Trafficking). Modus ini banyak di lakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan dirinya semata. Oleh karena itu sebelum kita memberi sedekah cek dulu kebenaran sebuah organisasi tersebut apakah benar untuk kepentingan orang banyak atau hanya untuk mengenyangkan perut sekolompok orang atau oknum tertentu. Karena kita mau pemberian kita berada ditangan yang tepat dan kepada orang tepat atau dengan bahasa lain di ladang yang subur. Karena apabila pemberian bantuan kita salah sasaran, maka pemberian itu menjadi pemberian yang sia-sia. 



3. Memberi di Waktu yang tepat.

Kenapa harus penting bagi kita untuk memberi di waktu yang tepat. Ada waktu dimana seseorang sangat membutuhkan bantuan kita, untuk kesempatan itu kita harus ada bagi mereka dan memberikan kesempatan itu untuk membantu mereka.

Mungkin seseorang pernah berkata pada anda "Untung kamu ada pada waktu itu untuk menolong saya, kalau nggak aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya". Nah saat anda ada saat mereka sangat membutuhkan, itulah waktu yang tepat bagi anda untuk memberi bantuan atau sedekah. Atau anda di lain kesempatan, dalam hati anda seperti ada beban yang menggerakkan anda ingin memberi atau membantu seseorang, jika itu terjadi maka ambil kesempatan itu dan berikan sesuai hati anda karena biasanya jika gerakan itu terjadi anda akan mengingat seseorang dan seseorang itulah yang harus dibantu.

Jika anda memberi bantuan di waktu yang tidak tepat, bisa saja pemberian anda tersebut salah gunakan. Analoginya jika anda memberikan gadget kepada anak balita anda, sama saja anda menyia-nyiakan barang anda karena si anak belum tahu memanfaatkan gadget anda dengan benar karena usianya belum cukup untuk itu.  Demikian juga jika anda memberi bantuan kepada seseorang jika tidak tepat bisa saja sumbangan anda di salah gunakan. 




Pengertian pelit


Apakah sifat Pelit juga bisa di sebabkan faktor genetik?

Dari kaca mata saya jika orang tua si anak pelit maka sifat itu juga akan menular kepada si anak entah karena kebetulan atau memang gen pelit turun kepada si anak, hehe...


Orang pelit akan selalu memperhitungkan segala sesuatu untuk dirinya sendiri entah bentuknya uang atau pun tenaga jangan sampai memberi celah kepada orang lain. untuk alasan itu sangat sulit untuk memberi bantuan kepada orang lain meskipun hanya berupa tenaga. Orang pelit selalu bersikap tamak ingin menguasai segala sesuatu sekalipun punya orang lain. Dasarnya apa bilang begitu? kan pada prinsipnya orang pelit sulit untuk berbagi. Kalau orang tidak mau berbagi antonimnya tentu ingin mengambil. kan logikanya begitu!!! serba susah memang bersahabat dengan orang pelit karena segalanya serba diperhitungkan dengan uang. 
Mungkin lebih afdol jika saya paparkan disini ciri-ciri orang pelit:


Rakus

Coba anda perhatikan, orang yang pelit itu identiknya rakus. Mungkin sudah rumusnya kali ya, karena bagi  orang pelit semua serba kali-kali, " itung-itungan melulu " apakah anda  type yang selalu itung-itungan melulu? hati-hati ya jangan-jangan anda termasuk type orang pelit. Bantu orang di itung berapa kali, bantu saudara di itung berapa udah di bantu...karena untuk urusan kali- kali ini mereka tidak salah. ada tidak ada kesempatan lanjut terus Saking perhitungannya untuk urusan perut pun lupa untuk menikmati. Bukan karena tidak ada uang, karena memang dasarnya pelit, sulit untuk keluarin uang untuk sesekali menikmati hidup. Sesekali perlu menikmati hidup supaya ketika anda berkesempatan makan di luar bersama teman, jangan sampai memborong semua makanan di meja makan karena tidak pernah makan enak alias rakus. Bagi anda yang punya teman yang punya sifatnya rakus, anda harus pintar-pintar berteman jangan sampai pertemanan merupakan azas manfaat.


ᐉ. Serakah

Rasa ingin memiliki kepunyaan orang lain walau dengan cara yang tidak sehat itulah salah satu type orang serakah. main serong, embat sana embat sini. Orang pelit selalu ingin terlihat lebih menonjol dari pada yang lain, akan selalu memainkan permainan meskipun itu merugikan orang lain.  Jika anda menemukan type diatas maka ia adalah type pelit


Seseorang tiba-tiba duduk di sebelah saya dengan nada kesal dan dengan suara lantang bertanya sama saya ; mba sebenarnya pelit sama hemat itu sama gak sih ? saking penasaran dengan nada suara agak kesal tapi tidak tahu kesal sama siapa, lalu saya jawab, iya bedalah. lalu saya sedikit menjelaskan kepadanya perbedaan hemat dengan pelit seperti pemaparan diatas. Lalu saya tanya kembali; memang kenapa? dan dia menjelaskan dengan jawaban seperti ini; bapakku itu nah pelit nian ( sekali), aku minta uang dak di kasih? Kapan kamu minta uang? pernah waktu itu nah...
Setelah saya jelaskan, saya bilang, mungkin pada saat itu bapakmu lagi tidak ada uang... karena sebelumnya ia sudah menceritakan tentang bapaknya pada saya dan saya tarik benang merahnya bahwa bapaknya bukan karena pelit mungkin karena kondisi keuangan pada saat itu tidak lagi stabil. Setelah jawaban itu dia bilang,,, ooooo beda ya ( dengan suara melunak)


Maksud saya dalam memutuskan seseorang itu pelit atau hemat jangan dilihat hanya dari satu persoalan saja sehingga kita menggenalisir seluruh sikapnya bahwa ia pelit. Tetapi kita harus lihat dasarnya apakah permintaan kita merupakan kebutuhan atau keinginan. Jika itu kebutuhan pasti orang tua mengupayakan tetapi jika itu berstatus keinginan, eits.... nanti dulu! Orang tua lebih paham kebutuhan kita dari pada kita memahami kebutuhan kita sendiri.

Sampai disini apakah anda sudah mengerti perbedaan hemat dengan pelit? Semoga membantu dan bermanfaat ya!



Arti Dan Perbedaan Hemat dengan Pelit Dalam Prinsip Memberi Arti Dan Perbedaan Hemat dengan Pelit Dalam Prinsip Memberi Reviewed by Risda Nababan on July 29, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.