#Pulau Kemarau salah satu destinasi wisata di Palembang

Wisata kota Palembang - Kota Palembang yang berada di bagian selatan pulau Sumatera ini adalah merupakan pusat peninggalan kerajaan Sriwijaya. Daerah yang memiliki luas wilayah 91.592 km2 merupakan kota terbesar kedua di pulau Sumatera setelah Medan - Sumatera utara. Kota yang berdekatan dengan propinsi Lampung ini menyimpan banyak warisan sejarah nenek moyang yang unik yang harus di jaga kelestariannya. Nah, kali ini risdanababan.blogspot.com sengaja menyempatkan diri untuk berjalan-jalan menelusuri beberapa tempat bersejarah sekaligus tempat wisata yang ada di kota Palembang. Tentu ini merupakan tempat-tempat kebanggaan masyarakat disini. Oleh  karena itu jangan sampai anda ketinggalan untuk mengetahuinya ya!

Bagi anda yang berasal dari luar  kota Palembang yang ingin berkunjung, anda bisa melakukan pemesanan tiket keberangkatan dan kepulangan melalui agen-agen perjalanan baik agen perjalanan darat maupun udara. Apabila keberangkatan melalui udara/pesawat anda akan tiba di Bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin. Jarak tempuh perjalanan dari bandara SMB II ke pusat kota sekitar 15-20 menit. Untuk melanjutkan perjalanan dari Bandara SMB ketempat tujuan disekitaran kota Palembang cukup memesan taxi sebagai moda transportasi. Disekitar bandara banyak terdapat taxi-taxi yang sedang menunggu para tamu untuk diantarkan ke tujuan. 


Bagi pengunjung lokal dan mancanegara misalnya Australia, Eropa, Malaysia, singapura dan dari belahan dunia manapun, sudah tersedia kamar pembaringan untuk melepas rasa capek selama perjalanan, ada penginapan maupun hotel dari kelas melati sampai bintang lima sudah banyak tersedia di kota Palembang. Tinggal pilih sesuai kebutuhan dan kantong.

Saatnya berkeliling kota untuk menikmati panorama Kota Palembang dan sekitarnya. 

Cerdit :Jembatan Ampera Palembang


1. Pulau Kemarau


Pulau Kemarau adalah merupakan Pulau kecil yang tidak jauh lokasinya dari pusat kota Palembang. Pulau ini mengisahkan sebuah cerita yang melegenda di masyarakat Palembang, dimana diceritakan kisah seorang putri raja bernama Siti Fatimah yang di persunting oleh seorang putra bangsawan Tionghoa yang bernama Tan Bun An.

Alkisah, pada zaman dahulu, datang seorang pangeran dari Negeri Cina, bernama Tan Bun An, ia datang ke Palembang untuk berdagang. Ketika ia meminta izin kepada Raja Palembang, ia bertemu dengan putri raja yang bernama Siti Fatimah. Ia langsung jatuh hati, begitu juga dengan Siti Fatimah. Mereka pun menjalin kasih dan berniat untuk ke pelaminan. Tan Bun An mengajak sang Siti Fatimah ke daratan Cina untuk melihat orang tua Tan Bun Han.

Setelah beberapa waktu, mereka kembali ke Palembang. Bersama mereka disertakan pula tujuh guci yang berisi emas. Sesampai di muara Sungai Musi Tan Bun An ingin melihat hadiah emas di dalam Guci-guci tersebut. Tetapi alangkah kagetnya karena yang dilihat adalah sayuran sawi-sawi asin. Tanpa berpikir panjang ia membuang guci-guci tersebut ke sungai, tetapi guci terakhir terjatuh diatas dek kapal dan pecah. Ternyata didalamnya terdapat emas. Tanpa berpikir panjang lagi ia terjun ke dalam sungai untuk mengambil emas-emas dalam guci yang sudah dibuangnya. Seorang pengawalnya juga ikut terjun untuk membantu, tetapi kedua orang itu tidak kunjung muncul. Siti Fatimah akhirnya menyusul dan terjun juga ke Sungai Musi. Untuk mengenang mereka bertiga maka dibangunlah sebuah kuil dan makam untuk ketiga orang tersebut.



2. Prasasti Legenda Pulau Kemarau


Pulau Kemarau/Kemaro merupakan perpaduan dua negara yaitu Tan Bun An yang merupakan pangeran dari cina, dan Putri Siti Fatimah, putri Palembang. Untuk mengenang kisah mereka yang melegenda ini, maka dibangunlah  sebuah batu prasasti  tepat disamping Klenteng Hok Tjing Rio dan dinamakan Legenda Pulau Kemaro.


Prasasti Pulau Kemarau

Seperti yang anda ketahui bahwa bangsa ini menyimpan banyak kekayaan, baik dari segi budaya, sejarah , pesona alam yang menakjubkan dan kekayaan alam lainnya segingga patut di juluki sebagai surganya Wisata. Sebut saja Pulau Dewata di Bali, Raja Ampat di Papua, Danau Toba di Samosir, dan masih banyak lagi tempat wisata yang menakjubkan.


3. Pagoda Pulau Kemarau


Pulau Kemaro adalah sebuah tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan  lokal. Karena di pulau ini tersimpan sejarah yang melegenda  yaitu legenda berdirinya pulau Kemarau yang dibanggakan oleh masyarakat Sumatera Selatan khususnya masyarakat kota Palembang. Di pulau ini juga anda bisa menjumpai sebuah bangunan yang menjulang tinggi dengan memiliki 9 lantai.  Bangunan itu di kenal dengan nama "Pagoda" dan dibangun pada tahun 2006. 


Pagoda Pulau Kemarau

4. Patung Budha dan Kuil Kwan Im


Selain sebagai tempat wisata, tempat ini  juga menjadi pusat tempat persembahyangan atau peribadatan  bagi keturunan Tionghoa yang beragama Budha. Sehingga tidak heran bila tempat ini selalu ramai dikunjungi terutama pada musim perayaan  Cap Go Meh yang diadakan sekali setahun. Tidak heran, selain sebagai tempat wisata juga sebagai tempat peribadatan atau persembahyangan, Di Pulau Kemarau terdapat sebuah patung besar atau yang biasa kita sebut dengan "Patung Buddha. Tidak jauh dari tempat patung Buddha berada, terdapat juga kuil Kwan Im. Kedua sosok ini merupakan tokoh dalam kepercayaan agama Buddha.

Kuil Dewi Kwan Im

Cedit :Patung Buddha



Perjalanan untuk mencapai Lokasi Pulau Kemarau.

Untuk sampai di Pulau Kemarau pengunjung bisa menempuh dua jalur penghubung, yaitu melalui perjalanan darat dan perjalanan sungai. Perjalanan melalui darat menghabiskan waktu jarak tempuh sekitar 30 menit dari pusat kota. Dari pusat kota (Jl. Jendral Sudirman) Menuju Kalidoni. Sebelum sampai disana pengunjung akan terlebih dahulu melalui sebuah pabrik terbesar di Palembang yaitu PT. PUSRI, pengungung tidak akan nyasar deh.... Lokasi penyebarangan yang berdekatan dengan pabrik ban Intirub yang berada tidak jauh dari pinggiran sungai Musi, dari situlah terdapat sebuah jembatan penyeberangan. Tetapi jembatan itu akan di pasang pada saat perayaan Cap Go Meh saja. Pada hari-hari biasa jembatan ini ditutup untuk umum.  Jika pengunjung memilih melalui perjalanan sungai, maka akan dibawa menggunakan tugboat atau pun tongkang. Dari pusat kota pengunjung dapat bergerak sedikit menuju pusat pasar di Palembang yang dikenal dengan Pasar 16 Ilir. Persis di belakang pasar 16 Ilir itulah terdapat sungai Musi. Dari situ pengunjung naik Tugboat atau tongkang menuju pulau Kemarau. Pengunjung cukup membayar ongkos sekitar 30-50 ribuan (harga bisa berubah sewaktu-waktu).

Pada saat berkunjung kesana kami kurang beruntung, karena saat itu perayaan Cap Go Meh sudah berakhir sehingga kami tidak memiliki kesempatan untuk menaiki tangga-tangga  bangunan tersebut  untuk   melihat secara utuh dari bangunan tersebut. Pintu Pagoda akan ditutup jika bukan saat perayaan Cap Go Meh. Tetapi di seluruh area pulau Kemarau mulai dari pintu masuk sampai bangunan, tempat peribadatan  bahkan pohon masih terlihat pernak-pernik khas Tionghoa. Sayangnya, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, sehingga dimana-mana masih banyak sampah-sampah berserakan yang belum sempat di bersihkan oleh penjaga area tersebut.



Makanan Khas Palembang

Selain menikmati keindahan Pulau Kemaro, di pulau ini juga pengunjung bisa menikmati aktivitas sungai Musi. Sungai ini banyak dilalui oleh kapal-kapal besar pengangkut barang,  karena tempatnya berdekatan dengan  perusahaan besar yaitu PT. PUSRI .  Jika anda Bersama keluarga dan orang yang anda sayangi anda bisa bercengkerama sambil menyaksikan kapal-kapal yang melewati sungai tersebut. Sembari menghabiskan waktu anda bisa menikmati keindahan pemandangan sungai  sambil memancing dipinggiran sungai tersebut


Setelah puas berjalan-jalan menikmati keindahan pesona pulau Kemaro, saatnya pengunjung berkeliling kota Palembang untuk memanjakan lidah dengan sajian makanan khas Palembang. Sajian menu Khas Palembang anda bisa nikmati, seperti:

⇨Empek-empek atau yang biasa  dikenal dengan Pempek.
⇨Tekwan
⇨Model
⇨Laksan
⇨Burgo
⇨Otak-otak
Panganan ini berbahan dasar ikan dan tepung sebagai adonan utama. Jenis ikan yang sering di gunakan bermacam-macam, seperti:

- Ikan Tenggiri
- Ikan Gabus
- Ikan Parang-parang
- dll.

Makanan ini di olah menjadi makanan yang lezat dan bergizi dengan bumbu-bumbu yang khas sehingga rasanya enak. Untuk menambah kenikmatan, penganan ini harus disajikan bersamaan dengan pendampingnya, Pendamping penganan ini disebut dengan cuko atau cuka. Cuka/cuko ini terbuat dari gula aren/gula merah, cabai rawit, asam ditambah dengan rempah-rempah lainnya membuat rasanya manis-asam-pedas-gurih nikmat beraroma sedap sehingga menambah sensasi di lidah.


Bagi pengunjung yang menginginkan menu makanan berat, pengunjung akan di sajikan makanan khas Palembang ikan pindang patin. Pengunjung  tertarik?...


Tidak ada salahnya jika pengunjung mulai merencanakan liburan untuk menikmati pesona pulau Kemarau dan tempat wisata lainnya. Dan jangan lupa tetap dijaga kelestarian dan kebersihan ya,!!!, Jangan buang sampah sembarangan. Selamat berlibur

#Pulau Kemarau salah satu destinasi wisata di Palembang #Pulau Kemarau salah satu destinasi wisata di Palembang Reviewed by Risda Nababan on May 26, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.